Tag Archives: Asef Umar Fakhruddin

Sastra (wan) Selalu Bersuara

Asef Umar Fakhruddin*
Seputar Indonesia, 2 Des 2007

SEJAK orang menemukan bahasa, tandas Jacob Soemardjo (1997), ternyata mereka menyukai sastra, menyukai pengalaman-pengalaman fiktif dan tokoh-tokoh fiktif,dan menyukai alunan bahasa yang berirama.

Dengan kemampuan itu, hidup lantas dijalani tanpa membosankan. Waktu pun berlalu terasa cepat dan menyenangkan.Hidup menjadi segar kembali dan orang boleh bekerja kembali, mencari nafkahnya sehari-hari, setelah berlibur.Kesenian dan kesusastraan khususnya diakui kepentingannya dalam kehidupan oleh bangsa-bangsa primitif yang buta huruf maupun oleh kaum intelektual.

Mencari Titik Temu antara Sastra dan Agama

Asef Umar Fakhruddin*
http://www.infoanda.com/Republika

Membincangkan relasi antara sastra dan agama memang selalu menarik. Tidak jarang menyeruak pula perdebatan sengit terkait kedua entitas ini. Perdebatan sengit antara “dua kubu” aliran sastra (kubu Taufiq Islamil dkk dengan kubu Hudan Hidayat dkk) beberapa waktu yang lalu dan bahkan sampai sekarang, jika dirunut, juga berujung pada di mana sebenarnya posisi sastra dan agama dalam kehidupan.

Mukjizat Sastrawan

Asef Umar Fakhruddin
http://www.lampungpost.com/

Sejarah membuktikan, teks sastra mempunyai kekuatan dahsyat dalam kehidupan. Pahatan-pahatan aksara para sastrawan membuat pembaca tercerahkan.

Untuk mengetahui kedahsyatan teks sastra–yang mewujud dalam karya sastra–kita bisa membaca novel karya Gabriel Garcia Marquez, Cien Anos de Soledad (1967). Novel ini berkisah tentang kepahlawanan keluarga Kolombia.