Asep Juanda *
Pikiran Rakyat, 4 April 2010
MEMBICARAKAN sastra dan agama bisa berarti mempertautkan pengaruh agama dalam sebuah karya sastra, atau sebuah karya sastra bernapaskan agama. Pertautan dua hal itu didasarkan pada pandangan bahwa seorang pengarang tidak dapat terlepas dari nilai-nilai dan norma-norma yang bersumber dari ajaran agama yang tampak dalam kehidupan. Pandangan itu erat dengan proses penciptaan karya sastra, bahwa ia tidak lahir dalam situasi kekosongan budaya. Continue reading “Perjalanan Sastra Agama”
