Tag Archives: Asep Yayat

Mudik Lebaran

Asep Yayat
http://www.suarakarya-online.com/

Setiap lebaran aku selalu pulang kampung. Mudik. Tak terkecuali lebaran kali ini. Segala persiapan sudah beres. Jadi, tinggal berangkat saja. Beberapa hari lalu mobil sudah kubawa ke bengkel: ganti oli plus servis mesin dan penyejuk udara alias AC. Dengan demikian, meski terbilang sudah uzur, mobilku tetap nyaman dan bisa diharapkan tidak mogok di perjalanan.

K e c i n g

Asep Yayat
http://www.suarakarya-online.com/

Ponselku mengalunkan nada panggil. Sebuah nomor asing terpampang di layar ponsel itu.
“Halo …” sapaku.
“Bonel?” suara perempuan langsung menyergah. Nadanya sengak.
“Ya, betul. Maaf, saya bicara dengan siapa?”
“Dengan Monik! Masih ingat?”
“Monik?”
“Ya, Monik. Sudah pikunkah kamu?”
“Monik … Monik teman di SMA?”
“Iya!”
“Benarkah?”

Rorongo

Asep Yayat
http://www.suarakarya-online.com/

Hari makin beranjak siang. Tamu terakhir baru saja keluar. Sekretaris sudah menginfokan bahwa tak ada lagi tamu yang harus saya hadapi. Maka saya pun mulai memeriksa setumpuk dokumen yang tadi disorongkan sekretaris untuk saya tanda tangani.

Tapi belum juga saya menggoreskan satu tanda tangan pun, ponsel yang saya taruh di atas meja kerja menggemakan nada panggil. Dalam ruang senyap yang kini hanya dihuni saya seorang, nada panggil itu terdengar demikian nyaring.

Ontohod

Asep Yayat
http://www.suarakarya-online.com/

Setelah cukup lama ditunggu, bus kota itu akhirnya muncul juga. Seolah terengah di tengah riuh lalu-lintas yang terik dipanggang matahari, bus menepi dan kemudian berhenti di depan halte. Saya lihat, bus tak dijejali penumpang seperti saat jam berangkat ataupun bubar kantor.