ASRIZAL NUR: DERAP KUDA DAN KEPAK RAJAWALI

Maman S Mahayana *

Hanya ada satu kata: Lawan!” Itulah kalimat pendek yang lahir dari kegelisahan panjang ketika kekuasaan telah menjelma gurita raksasa penindasan, membunuhi kemanusiaan, dan membungkam apa pun yang lahir dari hati nurani. Wiji Thukul, sang penyair, terus bergerak sampai nasib menggelindingkannya pada misteri tak berjawab: Hilang diterkam kekuasaan. Ia lalu menjadi sebuah ikon bagi gerakan perlawanan atas apa pun yang bernama tirani. Continue reading “ASRIZAL NUR: DERAP KUDA DAN KEPAK RAJAWALI”