Tag Archives: Awalludin GD Mualif

Pengarang, Karangan dan Takdirnya

Awalludin GD Mualif *

Setahun terakhir ini geliat sastra terlihat gegap gempita. Panggung-panggung dan ruang diskusi sastra semakin berserakan dan hampir dapat kita temui di setiap sudut-sudut kota. Baik di kampus-kampus, toko-toko buku, art space, ruang-ruang komunitas, café-café, sampai ke balai desa warga dan lain sebagainya.

Balada Secangkir Kopi

Awalludin GD Mualif

I
Kenangan adalah angin yang menyapu raga
namun tak dapat direngkuh jiwa.

Ia menyentuh setiap lekuk tubuh tanpa malu
bercumbu dengan rindu.

Cahaya memusar pada secangkir warna
yang lebih menekankan keberanian.

Melirik Dunia Kesunyian Nurel Javissyarqi

Lewat Waktu Di Sayap Malaikat, I-XXXIX dalam Antologi Puisi “Kitab Para Malaikat”
Awalludin GD Mualif

1/
Selepas mengaduk secangkir kopi saya pun menyalakan laptop, kemudian membuka windows media player dan mengisinya dengan beberapa lagu yang saya kehendaki. Sesaat setelah itu saya terkenang dengan salah satu buku antologi puisi bertajuk “Kitab Para Malaikat” buah karya Nurel Javissyarqi. Entah mengapa, malam ini kenang dalam pikir saya tertuju pada karya itu. Baiklah, gumam saya lirih.

SEKUNTUM BUNGA SOFI DARI DAHAN MAFIA THREE IN ONE

Awalludin GD Mualif *

NOVEL sebagai bagian dari karya sastra, mempunyai bentuk dan proses penceritaanya sendiri yang terikat dalam hukum-hukumny sendiri. Proses dan bentuk yang menghasilkan kecemasan, ketakutan serta harapan, sebab akibat, penyampaian gagasan, nilai dan pesan-pesan dalam frame dan dunia yang diciptakan penulisnya. Seperti Tuhan yang menciptakan semesta, sebagai latar bagi manusia, demikian juga manusia (penulis) mencipta karya sastra, dimana unsur sastra menjadi latar bagi para tokoh-tokoh yang digambarkan oleh penulis.

Sangkar Emas

Awalludin GD Mualif

Seorang bijak pernah dalam doanya senantiasa meminta kepada Sang Penguasa Alam agar ia tidak di takdirkan hidup disuatu masa yang memiliki arti penting. Sebab kita bukan orang bijak, Yang Maha Kuasa pun tidak mengindahkan kita dan kita pula hidup pada masa yang memiliki arti penting. Dalam segala aspek bidang, jaman kitalah yang mendorong kita untuk menjadikan dan mengenalkan arti masa yang penting ini. Bagi seorang kreatif saat ini paham akan fenomena ini. Saat waktunya mereka membuka suara, kritikan dan serangan akan menghantam, ketika mengambil sikap santun dan apatis, mereka dicela/dihina tanpa ampun.