Membaca Realitas Sosial di Indonesia Melalui Sastra Diaspora

Badaruddin Amir
badaruddinamir.wordpress.com

Terbitnya buku kumpulan Cerpen Mini Yin Hua terjemahan Wilson Tjandinegara (KSI, 1999) yang diluncurkan pada HUT KSI (Komunitas Sastra Indonesia) yang ke-3 pada 31 Oktober 1999 di TIM Jakarta, dapat dikatakan semakin memperjelas posisi kehadiran para sastrawan keturunan Tionghoa di tengah konstelasi sastra Indonesia modern saat ini. Continue reading “Membaca Realitas Sosial di Indonesia Melalui Sastra Diaspora”

“Puisi Panggung” dan “Puisi Kamar”

Badaruddin Amir
Koran “Fajar” Makassar, 28 Feb 2016

AWALNYA MEMANG penyair menulis puisi bukan untuk dibacakan di depan umum. Melainkan untuk dibaca dalam hati agar maknanya dapat diserap dan direnung oleh pembaca. Tradisi pelisanan puisi di depan umumlah yang mengembangkan situasi itu sehingga dikenal pula cara-cara sosialisasi lain, yaitu pembacaan puisi atau “poetry reading”. Continue reading ““Puisi Panggung” dan “Puisi Kamar””