KARYA SASTRA(WAN) GENERASI FACEBOOK DI ERA DIGITAL

Badaruddin Amir *

Seorang pengarang senior mengungkapkan kedongkolannya terhadap karya-karya sastra yang sering nongol melalui media sosial facebook. Ia menyebut karya-karya sastra yang di facebook saat ini tak lebih hanya bernilai sampah. Tak ada kualitas sama sekali. Cerpen-cerpennya hanyalah kalimat-kalimat kosong yang ditulis semodel cerpen. Sama sekali tak ada pendalaman, tak ada hakikat kehidupan yang diungkapkan; esai/kritiknya asal bunyi, asal nyemprot tak ada rujukan yang dapat ditelusuri; jangan lagi puisi-puisinya yang asal ditulis dalam bait-bait. Continue reading “KARYA SASTRA(WAN) GENERASI FACEBOOK DI ERA DIGITAL”

Membaca Realitas Sosial di Indonesia Melalui Sastra Diaspora

Badaruddin Amir

Terbitnya buku kumpulan Cerpen Mini Yin Hua terjemahan Wilson Tjandinegara (KSI, 1999) yang diluncurkan pada HUT KSI (Komunitas Sastra Indonesia) yang ke-3 pada 31 Oktober 1999 di TIM Jakarta, dapat dikatakan semakin memperjelas posisi kehadiran para sastrawan keturunan Tionghoa di tengah konstelasi sastra Indonesia modern saat ini. Continue reading “Membaca Realitas Sosial di Indonesia Melalui Sastra Diaspora”