Sapto Hoedojo

Tujuh Tahun Lumpuh dan Kini Tidak Bisa Bicara

Bambang Soebendo
http://www.sinarharapan.co.id/

Siapa yang tidak kenal dengan pelukis ?kondang? dari Yogyakarta ini? Rambut perak, kulit hitam, menyukai kacamata warna gelap, sepatu putih, gelang plus kalung emas bermedali. Itulah pelukis Sapto Hoedojo, yang bernama lengkap Doktor Raden Mas Sapto Hoedojo FRSA (Felloe Royal School of Art), kelahiran Sala (Jawa Tengah) 6 Februari 1925. Continue reading “Sapto Hoedojo”

Sri Ajati: Chairil Anwar Tak Pernah Menyatakan Cinta

Bambang Soebendo
sinarharapan.co.id

MAGELANG?Wanita tua yang kini telah berusia lebih dari 83 tahun dan tinggal di kompleks ABRI, Taman Badakan, Magelang, itu masih menyisakan garis-garis kecantikannya di wajahnya. Sekalipun harus duduk di kursi roda, ia tak pernah mengurangi aktivitasnya, termasuk kegiatan sosialnya di Rotary Club Magelang.
Ingatannya masih tajam. Ia bahkan masih fasih berbahasa Belanda, Inggris, Jawa, Sunda, Padang, Aceh, dan Banjar. Continue reading “Sri Ajati: Chairil Anwar Tak Pernah Menyatakan Cinta”

Pelukis Prof. Dr. H. Amri Yahya: Batik Bukan Milik Kita Lagi

Bambang Soebendo
http://www.sinarharapan.co.id/

Sesudah kehilangan Pulau Sipadan dan Ligitan, apa lagi yang hilang dari kekayaan milik kita? Pasti banyak yang tidak percaya bahwa batik sudah bukan milik kita sejak beberapa tahun lalu. Batik sekarang hak patennya dimiliki oleh Malaysia.

?Padahal dunia luar sudah lama mengetahui dan mengakui bahwa batik adalah milik bangsa Indonesia. Hampir di seluruh wilayah Inodnesia mengenal seni batik. Ini merupakan kesalahan kita sendiri, karena kita kurang menghargai apa yang disebut hak paten,? kata pelukis batik dan juga pendidik Prof. Dr. H. Amri Yahya kepada SH baru-baru di Yogyakarta. Continue reading “Pelukis Prof. Dr. H. Amri Yahya: Batik Bukan Milik Kita Lagi”