Puisi Terlalu Tragedi

Bandung Mawardi *

Di Kompas, ia sering tampil dengan opini. Cerpen turut disajikan ke pembaca. Puisi? Para pembaca Kompas mungkin jarang mengenali keampuhan lelaki asal Jogjakarta itu melalui halaman puisi. Opini-opini di Kompas memang bermaksud “menasihati” atau mengingatkan pembaca mengenai hal-hal darurat atau rawan prihatin. Aku kadang membaca serius, kadang merasa sudah mengerti sejak di judul dan alinea awal-akhir. Di halaman 6 atau 7, Indra Tranggono itu esais besar di Kompas. Ia pun muncul di Kedaulatan Rakyat dan Solopos. Aku menganggap halaman di Kompas mengesahkan Indra Tranggono itu budayawan, sebutan sulit mendapat arti terang di Indonesia. Rajin beresai menjadikan orang bergelar budayawan? Continue reading “Puisi Terlalu Tragedi”

Sastra Jungkir Balik

Bandung Mawardi *
Koran Sindo, 3/9/2017

Sejak puluhan tahun silam, Budi Darma lazim menganggap sastra itu jungkir balik. Segala anutan gampang berubah, dan berkebalikan saat tersaji di cerita.

Imajinasi memungkinkan peruntuhan ketetapan atau kebakuan, mengajak pembaca bergerak di batas ragu, kejutan, dan keliaran. Sastra menghindari keabsolutan, bermaksud memungkinkan pengarang dan pembaca bergerak ke situasi, dan hal terjauh. Buku kumpulan cerita berjudul Kritikus Adinan sejenak mengundang pembaca berkenan masuk ke jagat jungkir balik gubahan Budi Darma. Continue reading “Sastra Jungkir Balik”

Sastra (Berbahasa) Jawa

Bandung Mawardi *
jawapos.com/5/1/2020

PADA akhir 2019, acara-acara di pelbagai kota tak cuma pesta, konser musik, pelesiran, dan makan enak. Di Surabaya, 27 Desember 2019, acara bercap sastra (berbahasa) Jawa diselenggarakan bersahaja. Festival Sastra Jawa itu memang tak bermaksud memberi kejutan di tutupan tahun atau memberi tanda seru atas nasib kesusastraan berbahasa Jawa di abad XXI. Kesan sepi masih terasa. Sejak puluhan tahun lalu, umat sastra (berbahasa) Jawa memang sedikit. Sastra itu masih hidup dengan kewajaran-kewajaran meski godaan puja digital melanda. Continue reading “Sastra (Berbahasa) Jawa”

Arswendo “Si Istimewa” Sastra

Bandung Mawardi *
detikNews, 20 Jul 2019

Dulu, bocah-bocah di Indonesia diajari keranjingan membaca majalah (Si Kuntjung, Kawanku, Bobo, Ananda) dan buku-buku dari pelbagai penerbit. Masa lalu bergelimang cerita. Pada masa 1980-an, bocah-bocah yang membaca Majalah Kawanku biasa “bersantap” cerita-cerita dari para pengarang tenar. Cerita dianggap pilihan untuk dinikmati bocah. Di Kawanku edisi 13-19 Mei 1983 tersaji alinea: “Dia memang istimewa. Biar diejek, diledek, dibuat tertawaan, ia tetap si Dul. Seperti juga traktor, ia terus jalan, terus melindas, tidak peduli apa yang ada di depannya.” Alinea dalam cerita berjudul Si Dul Istimewa gubahan Arswendo Atmowiloto. Tokoh di cerita adalah Dul, menjadikan diri tokoh panutan bagi anak-anak. Continue reading “Arswendo “Si Istimewa” Sastra”

Puisi, Kota, Urbanisasi

Bandung Mawardi *
Kompas, 3 Feb 2013

Urbanisasi adalah dilema tanpa akhir dalam kompleksitas perkara politik, ekonomi, sosial, identitas, dan kultural. Urbanisasi menjadi risiko modernitas. Dilema urbanisasi selalu memberi pesimisme tanpa solusi. Utopia-utopia dari laku urbanisasi selalu menutupi pesimisme dan mimpi buruk. Taruhan nasib untuk hidup mungkin janji sepele dari mitos urbanisasi. Continue reading “Puisi, Kota, Urbanisasi”