Bahasa Melajoe

Bandung Mawardi *
Majalah Tempo, 18 Jan 2016

Pada 1920-an, buku-buku mengenai bahasa dan sastra sering menggunakan sebutan Melajoe. Buku digunakan dalam pelajaran di sekolah atau bacaan umum. Buku-buku itu agak memicu penasaran mengenai keseringan sebutan Melajoe ketimbang Indonesia. Para tokoh politik kebangsaan, sastrawan, dan wartawan mulai berikhtiar mengenalkan Indonesia sebagai gagasan dan imajinasi. Ikhtiar serius belum memberi pengaruh besar dalam penentuan kurikulum pendidikan kolonial atau penerbitan buku. Sebutan bahasa Indonesia memang ada dalam Sumpah Pemuda (1928) meski tak gampang menular ke penerbitan buku atau penentuan pelajaran di sekolah. Baca selengkapnya “Bahasa Melajoe”

Madong Lubis: Lagu dan Buku

Bandung Mawardi *
Majalah Tempo, 24 Okt 2016

TIGA tahun sebelum peristiwa bersejarah Sumpah Pemuda, Madong Lubis (1890-1959) mempersembahkan lagu-lagu bocah. Lirik lagu berbahasa Indonesia. Kita menganggap sebutan bahasa Indonesia sudah berlaku sebelum 1928. Sebuah lagu mungkin bukti kecil untuk melacak geliat bahasa Indonesia. Madong Lubis memajukan bahasa Indonesia melalui lagu-lagu merdu, sebelum rajin menulis buku pelajaran bahasa Indonesia. Baca selengkapnya “Madong Lubis: Lagu dan Buku”

Roman NU dan Muhammadiyah

Bandung Mawardi *
solopos.com

Di toko buku berslogan diskon di Kota Solo, ada tatanan buku-buku baru. Saya melihat buku berwarna hijau! Buku itu roman berjudul Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan dan diterbitkan oleh Bentang.

Di atas judul dan gambar kambing ada keterangan: Pemenang I Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta. Wah, roman ini tentu patut diduga keren! Di bawah judul ada komentar pendek dari Ahmad Syafii Maarif, tokoh Muhammadiyah: Novel yang sangat menarik dan mengalir, enak dibaca. Baca selengkapnya “Roman NU dan Muhammadiyah”