PEMUDAAN (REJUVINASI) WAYANG DAN MUSEUM

Djoko Saryono *

Konfigurasi atau mazhab pendidikan [ala] wayang Jawa memiliki paralelisme atau kesejajaran dengan pemikiran pendidikan modern atau zaman sekarang selain memiliki universalitas dan aktualitas pada masa sekarang. Ini mengimplikasikan, pendidikan wayang dapat memberikan sumbangsih atau kontribusi berarti bagi pendidikan modern atau zaman sekarang, bahkan pendidikan pada masa depan. Setidak-tidaknya wayang dan pendidikan wayang dapat memberikan sumbangsih bagi berkembangnya apa yang akhir-akhir ini disebut sebagai pendidikan yang tanggap terhadap budaya lokal atau pedagogi responsif budaya lokal. Continue reading “PEMUDAAN (REJUVINASI) WAYANG DAN MUSEUM”

KONFIGURASI PENDIDIKAN DALAM WAYANG

Djoko Saryono *

/1/
Sebagai habitus, arena atau ranah kontestasi kepentingan, kekuatan, dan kekuasaan pendidikan, wayang [sebagai lakon, pertunjukan, dan komunitas] menghadirkan dan mencontohkan konfigurasi pendidikan yang membentuk sebuah corak atau ”mazhab” pendidikan tertentu, yang demi kemudahan dapat disebut corak atau ”mazhab” pendidikan wayang. Di sini timbul pertanyaan: seperti apakah konfigurasi atau karakteristik ”mazhab” pendidikan wayang? Menurut hemat saya, konfigurasi atau karakteristik ”mazhab” pendidikan wayang Jawa sebagai berikut. Continue reading “KONFIGURASI PENDIDIKAN DALAM WAYANG”

DINAMIKA TRANSFORMASI WAYANG JAWA

Djoko Saryono *

Berdasarkan berbagai kajian, amatan, liputan, dan rekaman para pengaji, pemerhati, peliput, dan pencinta wayang [yang dikemukakan secara tertulis, visual, dan disampaikan secara lisan] dapat dikatakan di sini bahwa keberadaan atau kehadiran [eksistensi] wayang sebagai lakon sekaligus seni pertunjukan sudah amat tua [lama] di dalam masyarakat, kebudayaan, dan peradaban Jawa di samping masyarakat, kebudayaan, dan peradaban lain di Indonesia. Dengan kata lain, hidup wayang tergolong sudah demikian panjang. Kehidupan wayang ibarat kehidupan tokoh Rama Bargawa [Rama Parasu]: demikian panjang, tak mati-mati, meski sedih gembira silih berganti. Continue reading “DINAMIKA TRANSFORMASI WAYANG JAWA”

KATASTROFI, TRAGEDI KOSMIS-EKOLOGIS, DAN PATAHAN SEJARAH KEBUDAYAAN

Djoko Saryono *

/1/
Secara harfiah dan umum istilah katastrof(i/a) [catastrophe] bermakna bencana atau puncak malapetaka yang secara niscaya mengakibatkan atau menyebabkan pelbagai keguncangan mahadahsyat terhadap tata atau keteraturan (great disruption of order). Bahkan menimbulkan keterputusan (discontinuity), yang di dalamnya terkandung rangkaian krisis yang mulai terpetakan dan didapatkan jalan keluarnya. Continue reading “KATASTROFI, TRAGEDI KOSMIS-EKOLOGIS, DAN PATAHAN SEJARAH KEBUDAYAAN”