PENGEMBANGAN BUDAYA MATARAMAN DI JAWA TIMUR

Djoko Saryono *

Budaya Jawa varian Mataraman (selanjutnya disebut budaya Mataraman) berkembang dengan subur di bagian barat Provinsi Jawa Timur terutama di daerah-daerah otonom di bawah naungan Bakorwil Madiun. Tentu saja varian budaya Jawa Mataraman ini perlu dikembangkan selain varian-varian budaya lainnya. Mengapa demikian? Paling tidak ada dua alasan utama. Karena hal ini selaras dengan kecenderungan mutakhir yang menempatkan kebudayaan sebagai modal utama pembangunan bangsa-bangsa dan komunitas-komunitas di dunia. Continue reading “PENGEMBANGAN BUDAYA MATARAMAN DI JAWA TIMUR”

PEMAJUAN BAHASA DAN SASTRA JAWA

Djoko Saryono *

Anton Wahyudi bersama Bonari Nabonenar (dalam mimpi saya) mencecarkan pertanyaan ihwal pemajuan bahasa dan sastra Jawa. Pemajuan bahasa dan sastra Jawa di sini — menurut Tjahjono Widijanto dan Aming Aminoedhin — bersangkutan dengan pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra Jawa. Dalam lelap tidur penuh mimpi saya, keempat penggelut sekaligus punggawa bahasa dan sastra Jawa di Provinsi Jawa Timur tersebut melontarkan pertanyaan menohok. Continue reading “PEMAJUAN BAHASA DAN SASTRA JAWA”

KEKUATAN MASYARAKAT DIAM

Aprinus Salam *

Kekuatan besar dalam suatu negara terletak pada masyarakatnya yang diam, atau memilih diam. Dalam proses sejarah politik dan sosial yang panjang, banyak orang terpaksa belajar diam. Mereka memilih diam karena tidak ingin ada kegaduhan yang tidak penting.

Lebih dari itu, mereka memilih diam karena mereka memiliki pendapat sendiri, sesuai dengan proses negosiasi yang ada dalam ruang kesadaran diri dan pikiran mereka masing-masing. Continue reading “KEKUATAN MASYARAKAT DIAM”

PARIWISATA, TRANSFORMASI BUDAYA, DAN PENGKAJIAN BUDAYA SASAK

Djoko Saryono *

Catatan Pengantar: Saat menyiangi dan merapikan file-file yang ada di laptop, saya menemukan satu tulisan tentang pariwisata dan budaya Sasak yang saya tulis hampir tiga puluh tahun lalu ketika saya baru menikah dengan seorang gadis Sasak — dan tentu saja pariwisata Lombok belumlah maju sepesat sekarang. Tulisan itu bersifat impresif dan subjektif tentang Lombok, yang saya ketik di komputer Redaksi Koran Kampus Komunikasi IKIP Malang dalam format XT/XP (lupa). Oh ya saya pertama kali menjejakkan kaki ke Lombok awal tahun 80-an tatkala masih senang-senangnya bertualang di alam bebas. Sebab itu, tulisan ini harus dibaca dengan membayangkan Lombok 30-an tahun lalu, bahkan dalam hal tertentu 38-an tahun lalu. Continue reading “PARIWISATA, TRANSFORMASI BUDAYA, DAN PENGKAJIAN BUDAYA SASAK”

MENIMBANG CANDIKALA SASTRA

Mashuri *

Bapak dan ibu yang terhormat.
Adik-adik yang membanggakan!

Dalam senja penuh syukur ini, izinkanlah Patik yang hina-dina ini berbicara perihal yang muluk-muluk dan sundul langit. Siapa tahu dengan pembicaraan yang berbau khowasul-khowas dengan langgam suara langitan, kita dapat menapaki jalan pencarian kita pada ranah kebudayaan, wabil khusus kesusastraan, dengan takzim dan hikmat, tidak terjerembab dalam bilik wingit, penuh prasangka, dan kepongahan abad. Pasalnya, Continue reading “MENIMBANG CANDIKALA SASTRA”