MENULIS SUNGGUH-SUNGGUH DAN MENULIS PURA-PURA

Budi Darma
shareforgoodpeople.blogspot.co.id

Saya mempunyai teman yang mengaku dirinya penulis, meskipun saya yakin dia bukan penulis. Dia mempunyai banyak sekali tulisan. Naskah drama, naskah puisi, naskah cerpen, naskah novel, naskah esai, dan naskah-naskah lain dia punyai. Memang dia hebat.

Akan tetapi, ternyata satu kali pun dia tidak pernah menerbitkan tulisannya. Setiap kali dia berusaha menerbitkannya, dia merasa ragu-ragu akan kebolehan tulisannya sendiri. Karena itulah dia menyibukkan diri dengan menulis kembali naskah-naskahnya. Dia dapat mengubah-ubah satu naskahnya sampai beberapa kali, kalau perlu sampai puluhan kali. Akhirnya dia tidak pernah menyelesaikan apa-apa. Baca selengkapnya “MENULIS SUNGGUH-SUNGGUH DAN MENULIS PURA-PURA”

Tentang Kritik Sastra dalam Apresiasi Sastra

Budi Darma
haripuisi.com

/1/
Meskipun bertautan, kritik sastra berbeda dengan apresiasi sastra. Memang tidak selamanya kritik sastra mengkritik obyek sastra, akan tetapi unsur kritik selalu mendampingi pengertian kritik sastra. Sebaliknya pengertian kritik tidak mendampingi apresiasi sastra. Apresiasi sastra cenderung untuk menghargai karya sastra, cenderung untuk menerima suatu obyek sebagai sesuatu yang baik. Baca selengkapnya “Tentang Kritik Sastra dalam Apresiasi Sastra”

OTT Bukan Tragedi

Budi Darma *
Jawa Pos, 11 Okt 2017

Baru-baru ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara (PT Sulut) berinisial SDW dan anggota DPR AAM. Penangkapan terjadi saat AAM berusaha menyerahkan uang suap kepada SDW untuk kepentingan AAM. Uang suap senilai Rp 1 miliar itu diharapkan dapat memengaruhi putusan hakim di pengadilan dalam menyelesaikan perkara korupsi yang membelit ibu AAM. Baca selengkapnya “OTT Bukan Tragedi”