Denny JA dengan Puisi Esai yang Menghina Islam

Budi Hutasuhut *
facebook.com/budiphatees

SEJAK polemik soal proyek buku puisi esai Denny JA berlangsung di jejaring media sosial, dimana saya pernah menulis status yang intinya mempertanyakan isi kepala sastrawan Sumatra Utara yang memposisikan diri sebagai “anjing penjaga atas gagasan Denny JA”, saya menerima ajakan pertemanan dari sebanyak 500 orang di Facebook. Mereka berasal dari seluruh Indonesia, dan saya mengenali sebagian dari mereka sebagai intelektual sastra (saya pakai istilah ini untuk menyebut orang yang punya minat khusus terhadap sastra), sebagian lannya adalah orang-orang yang tertarik tentang sastra. Continue reading “Denny JA dengan Puisi Esai yang Menghina Islam”

Kita dan Teori-teori Barat

Budi P. Hatees
analisadaily.com

Dua tokoh sastra di Medan, Damiri Mahmud dan Mihar Harahap, “terhenyak” ucapan Prof. Jan van der Putten ketika berceramah di Universitas Negeri Medan (Unimed). Guru Besar Bahasa dan Kebudayaan Austronesia, Universitas Hamburg, Jerman, ini menyebut sastra kita terasing di luar negeri dalam makalahnya yang berjudul “Tersingkirnya Studi Kebudayaan dan Karya Sastra Indonesia di Luar Negeri”, Continue reading “Kita dan Teori-teori Barat”

Sastrawan yang Tak Merawat Bahasa

Budi P. Hatees
www.riaupos.co 20 April 2014

Sastrawan bekerja dengan bahasa. Bahasa itu mereka pakai sebagai alat untuk mengekspresikan segala hal yang dirasakan dan/atau dipikirkan dalam karyanya. Begitu pula penyair, memakai bahasa untuk menulis sajak. Lantaran bahasalah, sajak tidak membuat pembaca lebih pintar atau lebih hebat, tetapi membuat pembaca lebih paham terhadap realitas yang ada. “Ukuran yang paling sesuai dengan sajak,” kata Aristoteles, “adalah performativitas: sukses-tidaknya ia menciptakan efek katarsis guna menekan nafsu-nafsu rendah.” Continue reading “Sastrawan yang Tak Merawat Bahasa”