Sastrawan dan Profesionalismenya

Budiawan Dwi Santoso *
Bali Post, 17 Feb 2013

“PROFESIONALISME sastra apa yang ada dalam benak Anda?” itulah yang ditanyakan seorang pewawancara kepada Marriane Moore, penyair wanita berkebangsaan Amerika.

Marriane Moore pun secara eksplisit menjawab bahwa keprofesionalan seorang sastrawan, yakni ditandai dengan menghabiskan seluruh waktunya untuk menulis. Paparan tersebut sebuah representasi yang menegaskan bahwa menulislah yang menjadi tolok ukur bagi sastrawan, apakah dia dapat ditahbiskan sebagai sastrawan yang profesional atau tidak. Continue reading “Sastrawan dan Profesionalismenya”

Nostalgia Kata

Judul : Renjana
Penulis : Fanny Chotimah dkk.
Penerbit : Pengajian Senin dan Jagat Abjad Solo
Cetak : 2011
Tebal : 100 halaman
Peresensi : Budiawan Dwi Santoso *
Lampung Post, 28 Augt 2011

“Maka nostalgia adalah ingatan yang memperindah ingatan. Sebab itu kita tak perlu mencemoohnya: ia bagian yang memperkaya hidup kita sekarang” (Goenawan Mohamad, 2011). Continue reading “Nostalgia Kata”

Kemalangan yang Puitis

Budiawan Dwi Santoso
http://www.lampungpost.com/

Suatu ketika manusia diciptakan oleh Tuhan dan diturunkan ke bumi ini. Segala anugerah dan kenikmatan pun telah diberikan padanya walaupun si manusia itu pernah berbuat dosa. Kenikmatan itu ternyata bukan hanya kenikmatan kesehatan, kenikmatan sumber daya alam yang telah tersedia, atau penciptaan sesosok makhluk yang sempurna saja. Namun, ada salah satu kenikmatan terbesar yang diberikan dan dikhususkan untuk manusia. Continue reading “Kemalangan yang Puitis”

Menulis Jadi Kebutuhan Pokok

Budiawan Dwi Santoso
http://suaramerdeka.com/

WACANA mengenai gerakan menulis terus digulirkan mahasiswa dan untuk mahasiswa. Wacana itu dilontarkan secara lisan, tulisan, atau disampaikan melalui media massa. Menulis jadi penting bagi mahasiswa, karena melatih dan mengonstruksi pemikiran agar lebih kritis dan kreatif.

Itu membuat tulis-menulis penting disematkan pada mahasiswa yang notabene calon pemimpin bangsa. Menulis juga tolok ukur bagi kemampuan dan pengetahuan mereka dalam meneruskan atau mengubah masa depan. Continue reading “Menulis Jadi Kebutuhan Pokok”