Posted by PuJa on November 27, 2011
Membaca “kedangkalan” logika Dr. Ignas Kleden? (bagian XIV, kupasan ke nol dari sebelum paragraf ketiganya) Nurel Javissyarqi “Wahrheiten wollen erkannt und festgestellt, eben bewahrheitet sein; die Wahrheit selbst bedarf dessen nicht, sondern sie ist es, die allein bewährt, was irgend als wahr erkannt sein und gelten soll.” “Segala kebenaran maunya diketahui dan dinyatakan, dan juga [...]
Filed under: Cangel, Esai
Posted by PuJa on June 9, 2011
Nurel Javissyarqi Sebelum menulis ini, ada ruh-ruh menawarkanku untuk melewati gelombangnya, sedenyar cahaya bertumpuk-tumpuk pelbagai warna fajar atau senjakala bertuah. Ruh suara itu kadang mengambang, menelisiki ceruk bumi rahasia, dikala naik setinggi derap selat Sunda. Berhamburan sumringah mengabarkan gugusan kilau tak terkira.
Filed under: Cangel
Posted by PuJa on May 16, 2011
Nurel Javissyarqi http://pustakapujangga.com/2011/05/overture-1812-of-tsjaikovski-and-revolution-in-surabaya/ Bahasa musik ialah nada universal bagi jiwa umat manusia dan puisi dapat dikatakan anak turunnya. Alunan musik mampu memecahkan keheningan komunikasi seperti batu menjelma tuwung kencana untuk kesunyian lara alam semesta. Kesenyapan membentuk lagu merdu serta barangkali kata-kata menyempurnakannya, mewujud kerangka sejarah hingga peradaban sebagai bunga-bunganya.
Filed under: Cangel
Posted by PuJa on April 11, 2011
Nurel Javissyarqi http://pustakapujangga.com/2011/06/alexander-porfiryevich-borodin-1833-1887/ Alexander Borodin, lahir 12 November 1833 di Saint Petersburg. Anak tidak sah dari seorang bangsawan Georgia, Luka Gedevanishvili, sedang ibunya asal Rusia, Evdokia Konstantinovna Antonova. Sejak kecil mendapat pendidikan terbaik, termasuk pelajaran piano. Menerima gelar doktor dalam kedokteran di Akademi Medico, lantas mengejar karir di bidang kimia.
Filed under: Cangel
Posted by PuJa on November 17, 2010
Nurel Javissyarqi http://pustakapujangga.com/ Paul van Ostaijen (22 Februari 1896 – 18 Maret 1928) penyair juga penulis Flemish Bergia, lahir dan meninggal di kota Antwerpen. Awal puisinya dipengaruhi aliran-aliran Ekspresionisme, Surealisme, Dadaism. Keterlibatannya dalam aktivisme Flemish selama Perang Dunia I, hingga melarikan diri ke Berlin setelah perang, bertemu dengan banyak seniman, disamping mengalami krisis mental.
Filed under: Cangel
Posted by PuJa on November 16, 2010
Nurel Javissyarqi http://pustakapujangga.com/2010/11/why-does-jean-paul-sartre-stay-exist/ Terus terang matahari terang, aku menimba kenekatan darinya. Salah satu tulisanku yang terinspirasi olehnya bertitel “Realitas Masa Depan” di dalam buku “Trilogi Kesadaran”, pun ke bentukan lain mewarnai jiwaku.
Filed under: Cangel
Posted by PuJa on October 21, 2010
Nurel Javissyarqi http://pustakapujangga.com/?p=655 “Bach adalah semata-mata musik. Tiada literatur, tiada pernyataan kehidupan sendiri yang datang mengurangi kemurnian dari bunyi. Ia sekaligus sintese dari yang mendahuluinya, dan menjadi titik permulaan dari sesudahnya. Sekarang pun masih ada pengaruhnya terhadap musik modern. Kita bisa temukan dia lagi sampai ke konsert-konsert Stravinski dan Poulenc. Bach harus acap kali dibaca [...]
Filed under: Cangel
Posted by PuJa on September 25, 2010
Nurel Javissyarqi http://pustakapujangga.com/?p=636 Dalam bukunya “The Rebel” yang diindonesiakan Max Arifin, terbitan Bentang 2000. Di sana aku membaca pendapatnya: “Manusia adalah satu-satunya makhluk yang menolak untuk menjadi dirinya.” Bagiku, ia sosok pelancong jauh yang tidak mudah dikibulin para pengembara sebelumnya. Jika boleh menentukan faham, merupakan jajaran sastrawan kelas wahid. Di hadapannya; filsuf, sejarawan juga kaum [...]
Filed under: Cangel