Tag Archives: Cangel

Begini Aksi Pelukis Madiun dalam Pameran Tunggal di Jiero

Solo Exhibition Rengga AP, “To Take Delight”

Jihan Fauziah *
Goresan demi goresan dengan kombinasi warna membentuk karya dua dimensi yang apik, akhirnya keluar dari guanya untuk menemui masyarakat Madiun, tepatnya di Jiero, Jl. Bali No. 17 Madiun. Lukisan-lukisan tersebut sengaja menemui penikmatnya selama tiga hari, sejak dibukanya pameran tertanggal 6 Oktober 2017.

Membaca ‘kedangkalan’ logika Dr. Ignas Kleden?

(bagian XXII kupasan pertama dari paragraf lima dan enam)
Nurel Javissyarqi

Siapa saja bisa marah. Marah itu mudah. Tetapi marah kepada orang yang tepat, dengan derajat kemarahan yang tepat, pada saat yang tepat, untuk tujuan yang tepat, dengan cara yang tepat, ini tidak mudah. (Aristoteles, 384-322 SM).

BABAD NUCA NEPA (FLORES)

Membaca “kedangkalan” logika Dr. Ignas Kleden?
(bagian XIV, kupasan ke nol dari sebelum paragraf ketiganya)
Nurel Javissyarqi

“Wahrheiten wollen erkannt und festgestellt, eben bewahrheitet sein; die Wahrheit selbst bedarf dessen nicht, sondern sie ist es, die allein bewährt, was irgend als wahr erkannt sein und gelten soll.” “Segala kebenaran maunya diketahui dan dinyatakan, dan juga dibenarkan; kebenaran itu sendiri tidak perlu akan itu, karena ialah yang menunjukkan, apa yang diketahui benar dan harus berlaku.” (Paul Natorp, Individuum und Gemeinschaft, terjemahan Dr. Mohammad Hatta).

Serat-serat Makna dalam Cerpen-cerpen S.W. Teofani

Nurel Javissyarqi

Sebelum menulis ini, ada ruh-ruh menawarkanku untuk melewati gelombangnya, sedenyar cahaya bertumpuk-tumpuk pelbagai warna fajar atau senjakala bertuah. Ruh suara itu kadang mengambang, menelisiki ceruk bumi rahasia, dikala naik setinggi derap selat Sunda. Berhamburan sumringah mengabarkan gugusan kilau tak terkira.

Overture 1812 Tsjaikovski dan Revolusi di Surabaya

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/2011/05/overture-1812-of-tsjaikovski-and-revolution-in-surabaya/

Bahasa musik ialah nada universal bagi jiwa umat manusia dan puisi dapat dikatakan anak turunnya. Alunan musik mampu memecahkan keheningan komunikasi seperti batu menjelma tuwung kencana untuk kesunyian lara alam semesta. Kesenyapan membentuk lagu merdu serta barangkali kata-kata menyempurnakannya, mewujud kerangka sejarah hingga peradaban sebagai bunga-bunganya.