Tag Archives: Canting

Pupuk Mimpi Nobel Sastra

Syarief Oebaidillah
mediaindonesia.com 12 Sep 2017

KEGIATAN tahunan Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) diharapkan mampu melahirkan karya sastra yang berkembang maju serta menciptakan calon peraih hadiah Nobel Sastra. Kendati hal ini sulit terwujud, pemerintah melalui Badan Bahasa harus melakukan pembinaan intensif.

Membangkitkan Kesenian Jepara

Drs Udik Agus DW MPd
Suara Merdeka, 14 Mar 2013

Pengurus Dewan Kesenian Daerah (DKD) Jepara periode 2013-2017 telah terpilih lewat musyawarah daerah (musda) pada akhir Januari lalu. Pemilihan secara langsung yang diikuti oleh 164 peserta itu mendudukkan Drs Sudarto sebagai ketua melalui perolehan 63% suara, mengungguli dua rivalnya, Hadi Purwanto (26%) dan Didit Endro S (11%).

Tersesat bersama Bayu Pratama

Muhajir Arrosyid
tunu.wordpress.com

Minggu 29 Mei 2016, Solopos mengeluarkan cerpen berjudul Lelaki yang Sering Tersesat karya Bayu Pratama. Dengan segala kewaguannya cerpen ini tetap menyampaikan sesuatu. Saya hendak mengulas kewaguan itu dan sesuatu yang menarik yang hendak ia sampaikan.

Budi Darma; Penulis Muda Perlu Baca Banyak Buku

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Jawa Pos, 6 Apr 2017

Kiprah Budi Darma sebagai sastrawan Indonesia tidak diragukan lagi. Ratusan karya berupa esai, novel, dan cerpen beredar luas. Semua karya tersebut dia buat atas dasar niat sederhana: menyukai sastra.

USIA Budi Darma genap 80 tahun pada 25 April mendatang. Ditemui Jawa Pos Kamis (30/3), guru besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu tampil khas. Berkemeja lengan panjang putih garis abu-abu, celana kain biru dongker, rambut tersisir rapi.

DRAMA TERLARANG OPERA KECOA PADA REZIM ORDE BARU

Nandang Aradea *, Firman Venayaksa **
teaterproses.blogspot.co.id

Seni dan Kekuasaan

Kelahiran drama Indonesia memiliki tempat khusus dalam sejarah Indonesia sebagai sebuah bangsa. Menurut Saini, (dalam Sahid 2000:45) drama Indonesia adalah salah satu refleksi dari kelahiran dan pertumbuhan sebuah bangsa Indonesia.Tengok saja misalnya dalam masa pergerakan, pengolahan tema-temanya lebih mengekspresikan kesadaran-kesadaran dan aspirasi-aspirasi kebangsaan. Setelah Indonesia menyelamatkan kemerdekaannya, tema-tema itu bergeser pada ekspresi penderitaan maupun kegembiraan dari pertumbuhan sebuah bangsa yang masih dalam proses membangun.