MENGUAK TABIR PUJANGGA RABINDRANATH TAGORE KE TANAH JAWA*

Saya persembahkan kepada Rabindranath Tagore, buyut Kasipah dan tanah Jawa
Nurel Javissyarqi**
http://pustakapujangga.com/?p=66

Prolog:
Di usianya yang ke 69 Bagus Burhan (nama kecil R. Ng. Ronggowarsito, 1802-1873), pujangga India Rabindranath Tagore dilahirkan dunia. Tepatnya di Joransko, jantung kota Kalkutta pada tanggal 6 Mei 1861. Sebagai putra keempat belas dari lima belas bersaudara, atas pasangan Maharishi Debendranath Tagore dan Sarada Devi. Atau 6 tahun setelah wafatnya Pangeran Diponegoro (1785-1855). Kakek buyut Rabindranath Tagore ialah penggerak Renaissans India, yang bernama Rommohan Roy. Baca selengkapnya “MENGUAK TABIR PUJANGGA RABINDRANATH TAGORE KE TANAH JAWA*”

PARA AMATIR YANG PEMBERANI (I – II)

Untuk Penulis Pemula Juga Diriku Sendiri
Nurel Javissyarqi*

(I)
Yang tampak di hadapan kita, bisa ditulis bercorak bobot termiliki. Realitas angan, kejadian sekitar pun pengandaian tak masuk akal, dapat dirumuskan sesuai nalar perasaan. Analisa pendek pula diberangkatkan, sebelum badai kelupaan, hantu keputusasaan.

Inilah kesederhanaan hidup. Semua boleh menulis, asal tak bertolak hati nurani. Kegunaan nalar kalbu dijalankan. Menulis juga bermakna membaca, mengkaji diri, menyimak gejolak emosi. Setidaknya tak menghantam lewat tangan, tetapi berani menulis kejujuran. Baca selengkapnya “PARA AMATIR YANG PEMBERANI (I – II)”

SELAMAT JALAN MAS SUR

Herry Lamongan

RPA Suryanto Sastroatmodjo dikenal sebagai pengarang sastra Jawa modern. Pernah mengasuh rubrik “Bokor Kencana” Harian Berita Nasional (Bernas), ialah rubrik tanya jawab tentang budaya Jawa. Penjaga gawang rubrik “Sampur Mataram” harian Kedaulatan Rakyat (KR) yang juga membahas masalah budaya Jawa. Dan mengetuai Paguyuban Macapat Selasa Kliwon di hotel Garuda Yogyakarta. Baca selengkapnya “SELAMAT JALAN MAS SUR”