Gadis Kebaya Ungu

Rakai Lukman

Jajaran reklame di jalan utama kota, spanduk dan kibar umbul-umbul diterpa angin barat seperti dadaku saat memandangnya duduk di bangku halte yang kusam. Gadis bermata elok, tubuhnya ramping dibalut kebaya. Pemandangan yang susah kutemui pada kota-kota metropolis di pulau Jawa. Ia mengalihkan perhatianku saat menikmati foto wajah selebriti jelita bersanding iklan seluler merk terbaru, yang kunikmati dengan mengulum bibir sendiri, berfantasi layaknya cumbu rayu jarak jauh. Ya, karena mumpung akal masih sehat, aku tidak memanjat papan setinggi lima meter itu dan menjilatinya lalu kalayak kota akan berbondong-bondong menyaksikan orang gila berkostum office boy, celana necis, berjas hitam, bersepatu dan berdasi. Continue reading “Gadis Kebaya Ungu”

Masalah Rumah Tangga

Dea Anugrah *
Koran Tempo, 29 Mar 2015

“TAK ada yang mau memakai naskah keparat ini,” kata Nur Azis. Ia tidak berteriak dan suaranya keluar nyaris berbarengan dengan gulungan kertas yang ia pukulkan ke tepi meja. Yang sampai ke telinga Linda, istrinya, cuma geremengan, serangkaian bunyi yang membentuk sandi tak terurai.

Perempuan itu menekan tombol pause pada remote, berbalik, dan menatap suaminya dengan kepala yang ditelekan pada tangan. “Apa katamu?” tanyanya. Continue reading “Masalah Rumah Tangga”

Kematian Kedua

Anton Kurnia *
Koran Tempo, 12 Okt 2014

BUKAN kematian mengejutkan si Pak Guru John Keating dalam Dead Poets Society yang pernah memukaumu dengan mantra “Carpe diem!” yang membuatku menuliskan kisah ini. Bukan pula “Smells Like Teen Spirit” yang kudengar lagi setelah bertahun-tahun dan membuatku terbayang sosok urakan Kurt Cobain yang pernah membuatmu tergila-gila sebelum dia menarik pelatuk maut untuk mengakhiri hidupnya yang muda dan murung. Continue reading “Kematian Kedua”

Opera Sekar Jagad

Kurnia Effendi *
Kompas, 29 Apr 2018

TANGANNYA yang basah dan licin oleh sabun ikut tertegun. Ia mengenali kain dalam remasannya: batik tulis sekar jagad yang dia bikin hampir empat tahun lalu. Serta-merta ia membebaskan kain katun dengan warna sogan itu dari impitan pakaian yang lain, kemudian menciumnya. Bagai digerakkan kenangan masa silam, ia lekas mencari ujung kain dan menemukan torehan namanya di sana: Purwati. Continue reading “Opera Sekar Jagad”

KEDALAMAN SUMUR SUKMA

Rakai Lukman

“Bila waktu hanya sembilu, Yang tertanam di laut teduh
Akankah kita berlari mengejar hari, Berangkat merebut matahari?”

Sore mengirim mega, sriti terbang berbanjar pulang ke sarang. Sedap matanya memandang ke ufuk barat. Galau hatinya menanggung beban usia. Lelaki itu sering menangguhkan kerja. Pagi terkapar di ranjang, siang masih bersenda gurau dengan mimpi. Sorenya terperangkap jaring lanskap senja. Malam asyik menghitung bintang dan menanti kedatangan purnama. Continue reading “KEDALAMAN SUMUR SUKMA”