Posted by PuJa on May 23, 2012
Renny Meita Widjajanti http://www.suarakarya-online.com/ SEMUANYA berkelebat bagai putaran seluloid. Bayangan sosok perempuan itu datang kembali memenuhi benak saya. Bibirnya yang selalu dihiasi dengan senyuman, membuat saya terkesan hingga saya tak mudah melupakan. Tiba-tiba dada saya terasa sesak, sulit bernafas. Mata saya pun terasa perih dan berair. Setiap malam saya sulit memejamkan mata. Pikiran saya selalu [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Ahmad Zaini _Radar Bojonegoro, 13 Mei 2012 Tak ada pilihan lain bagi Ila kecuali hanya satu. Dia harus tetap di rumah menjaga adiknya. Dia harus memandikan, mengganti pakaian, menyuapi makan adiknya ketika sudah waktunya makan. “Glodak!” suara benda jatuh.
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on May 22, 2012
Sri Wintala Achmad Fajar hari. Ponsel berdering. Winarko terbangun dari tidur. Menuju meja kerja. Di mana ponsel itu berada. Mengangkatnya. Melihat sejenak nomer pengirim di layar yang belum tercatat di dalam phone book. Memencet key ‘Yes’. Hatinya bergetar. Winarko menempelkan erat ponsel itu di telinganya. “Hallo!”
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on May 20, 2012
Mahwi Air Tawar http://cerpenkompas.wordpress.com/ 1/ Ia bergegas. Tangan kirinya menyingkap ujung sarungnya hingga beberapa inci dari mata kaki. Layaknya seorang penari memainkan satu komposisi. Berlenggak. Pinggulnya bergoyang ke kanan ke kiri, melangkah pasti sambil menjejaki jalan setapak perkampungan. Sementara lentik jemari tangan kanannya mengapit sisi bundelan kain agar tak tergelincir dari kepalanya.
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on May 19, 2012
Mahwi Air Tawar http://cerpenkompas.wordpress.com/ Bulan, selaksa celurit menggantung di dinding, bilik-bilik kandang. Segaris cahaya menelusup, rebah di halaman. Bayang-bayang pohon siwalan memanjang. Terang, di belakang rumah serupa gubuk, tempat tinggal Madrusin, sepetak ladang rimbun ilalang pucuknya turut bergoyang diayun angin. Cericit tikus, decak cicak, krik-jangkrik, kecipak air dari padasan. Lenguh sapi menggaung, kemerisik angin menyisir [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on May 14, 2012
Eep Saefulloh Fatah http://cerpenkompas.wordpress.com/ Senja Agustus memerah di kaki bukit Petrin, Mala Strana. Langit mengencingi Praha tak habis-habis. Gerimis turun sejak siang dan tak juga membesar. Sungai Vltava baru saja mulai tenang setelah marah meletup-letup selama setengah pekan lalu. Dua hari lalu, airnya naik hingga sembilan meter. Jembatan Charles nyaris terendam. Kemarahan Vltava nyaris saja [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on May 13, 2012
Gerson Poyk http://www.suarakarya-online.com/ Di usianya yang ke-85 tahun, pamanku masih sehat tetapi kelakuannya agak aneh. Walaupun ia seorang Doktor (yang sudah pensiun), kenangan aneh masa kecilnya datang lagi di benaknya. Ia melempar sepatu dan sandalnya ke gudang diganti dengan kelom.
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Benny Arnas, Rachmat Budi M http://www.lampungpost.com/ KESENDIRIANNYA di beranda telah membuat dadanya makin sesak. Perasaan tertekan dan gelisah berkecamuk. Disandarkannya tubuh ke punggung kursi, seolah berharap ketegangan di lehernya akan merenggang. Anak sulungnya lewat di hadapannya saat akan masuk rumah. Ia bertanya kepada gadis dua belas tahunan itu. Ya, ia bertanya, seolah bertanya dapat mengalihkan [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Sungging Raga http://www.lampungpost.com/ SEBELUM St. Andrews, malam nanti, telah kutaburkan seribu alarm di langit Birmingham yang bersalju untuk memastikan bahwa wajahmu adalah kenyataan, seperti lalu-lalang kenangan di sela pertokoan, seperti ruap aroma makan malam yang terlempar dari sudut-sudut restoran. Dan pastikan gaunmu bisa merancang zona waktu, sebab pertemuan kita adalah estafet perjalanan, etape-etape terpisah dari [...]
Filed under: Cerpen