10. Cerita Mini Karya Ahmad Yulden Erwin *

1. FANTASI?

Dunia begini tertib, begini teratur—semua sudah dirancang. Tubuhmu, terlebih pikiranmu (betapa pun bebas kau merasa bisa menentukan pilihan), tetap tak bisa keluar dari rancangan para pembuat “selera” itu. Malangnya, serupa Syshipus yang berfantasi sedang menggelindingkan sebutir apel merah, kau berpikir semua akan baik-baik saja dan, sungguh ironi, kau berupaya tetap merasa bahagia. Continue reading “10. Cerita Mini Karya Ahmad Yulden Erwin *”

9 Cerita Mini Karya Ahmad Yulden Erwin *

1. IBU

Seorang ibu, bermata setajam tombak tulang, sendiri melintasi padang es di Pegunungan Kaukasia. Kelaparan memburu sukunya. Rambutnya masai, giginya hitam, tiga hari sudah lapar terkeji mencekik ususnya. Bermantel bulu beruang, cermat ia ikuti jejak-jejak kaki dan cecer darah seekor mamouth terluka. Terlindungi rahim yang hangat, 12.000 tahun lalu, janin itu, moyang segenap ras Arya, mulai belajar menendang perut ibunya. Continue reading “9 Cerita Mini Karya Ahmad Yulden Erwin *”

POHON PONGO


Rinto Andriono *

Bulu-bulunya menegang saat Laksmi menggamit Pongo untuk kembali menghutan. Pongo yang masih kecil, enggan mengikuti ibunya. Ia masih sibuk menghisap daging ubi yang manis, ransum dari taman nasional. Namun, hati Laksmi sudah terpanggil ke sisi lain hutan. Continue reading “POHON PONGO”