Tentang Cerpen Perempuan Tua dalam Rashomon Dadang Ari Murtono

Indrian Koto
31 Januari 2011 jam 1:40
http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150089188639318

Saya melampirkan dua tulisan dengan tidak menyertakan komentar2 di bawahnya tentang kasus cerpen Dadang Ari Murtopo yang dumuat di Kompas minggu 30 Januari 2011 dan sebelumnya di muat di Lampung Post 5 Desember 2010. Sebelumnya Bamby Cahyadi menulis di status FB-nya ketika pertama kali cerpen itu dimuat di lampung post tentang beberapa cuplikan bagian yang dianggap plagiasi tersebut Continue reading “Tentang Cerpen Perempuan Tua dalam Rashomon Dadang Ari Murtono”

Surat Pembaca [untuk Redaktur Desk Non Berita KOMPAS]

Bamby Cahyadi 30 Januari 2011 jam 9:06
http://www.facebook.com/notes/bamby-cahyadi/surat-pembaca-untuk-redaktur-desk-non-berita-kompas/10150134531719359

Jakarta, 30 Januari 2011

Kepada Yth.
Redaktur Surat Pembaca KOMPAS

u.p. Redaktur Desk Non Berita Kompas

Salam Sejahtera,
Saya sangat kecewa dengan cerpen yang dimuat di Kompas, 30 Januari 2011. Cerpen Perempuan Tua dalam Rashomon, yang ditulis oleh Saudara Dadang Ari Murtono, adalah cerpen PLAGIAT dari cerpen berjudul RASHOMON karya Akutagawa Ryunosuke. Continue reading “Surat Pembaca [untuk Redaktur Desk Non Berita KOMPAS]”

Pengintai

Dadang Ari Murtono
http://suaramerdeka.com/

“PARA pencemburu itu bisa sewaktu-waktu mengubah setiap orang menjadi pemburu yang tak akan berhenti memburu. Tak akan berhenti. Tak akan berhenti hingga berhasil menancapkan anak panah atau mata tombak ke urat-urat lehermu. Ke urat lehermu. Seperti yang mereka lakukan pada ayahmu. Continue reading “Pengintai”

Hantu Mei

Dadang Ari Murtono
http://www.surabayapost.co.id/

Sampai manakah batas kesetiaan itu barangkali tak ada yang tahu benar. Seperti pula tak ada yang tahu benar sejauh mana batas cinta itu. Kadangkala teramat tak masuk akal. Seperti kisah ini. Kisah tentang gadis yang memutuskan menjadi hantu. Setia menjaga rumah yang oleh orang-orang disebut rumah hantu. Setia menjaga dendam. Continue reading “Hantu Mei”