Posted by PuJa on November 30, 2011
Damhuri Muhammad* Kompas, 4 April 2009 SEORANG kawan, sebutlah Fulan, pernah datang memenuhi panggilan sebuah perusahaan penerbitan buku berkelas di Jakarta. Konon, ia memperoleh tawaran menjadi penyunting naskah sastra terjemahan, khususnya dari roman-roman berbahasa Arab. Dalam perjalanan, kawan itu tiba-tiba khawatir bakal gagal sebab tak ada yang bisa diandalkannya, selain sedikit kemahiran menulis fiksi dan [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on November 21, 2011
Damhuri Muhammad* Pikiran Rakyat, 17 Mei 2009 SENI paling unggul adalah seni yang mampu membangkitkan hasrat-berkehendak setelah sekian lama tersumbat. Begitu ketegasan penyair masyhur kelahiran Pundjab, India, Muhammad Iqbal, sebagaimana dikutip S.A. Vahid dalam Iqbal, His Art & Thought (1916). Oleh karena itu, the dogma of art for the sake of art is a clever [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on September 30, 2011
Damhuri Muhammad http://cetak.kompas.com/ Laku filsafat lazimnya dimaknai sebagai ikhtiar ”memburu” kebenaran. Memburu hingga ke ujung yang paling hulu. Di sanalah kapal filsuf yang setia berlayar bakal berlabuh. Bila kebenaran hulu telah direngkuh, berakhir pulakah kelananya yang jauh?
Filed under: Esai
Posted by PuJa on September 16, 2011
Damhuri Muhammad* Pikiran Rakyat, 23 Juni 2007 SEJAK akhir Juli hingga pertengahan Agustus 2004 silam, sejumlah koran riuh oleh polemik menyoal diluncurkannya buku kumpulan puisi Kuda Ranjang, karya Binhad Nurrohmat. Tak kurang dari 15 esai telah menimbang buku itu. Banyak yang memuji kepiawaian Binhad mengurai tubuh perempuan dalam bait sajak, banyak pula yang menghujat, bahkan [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on September 10, 2011
Damhuri Muhammad* Kompas, 16 Feb 2008 FASE awal pertumbuhan tradisi filsafat Islam dilatarbelakangi oleh interaksi dua kebudayaan besar, yaitu tradisi semitik dan tradisi hellenistik. Persinggungan itu dijembatani oleh penerjemahan filsafat Yunani kuno ke dalam bahasa Arab pada masa khalifah Al-Ma’mun (813-823) di Baghdad.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on July 25, 2011
Damhuri Muhammad* Pikiran Rakyat, 24 Juli 2011 Secara fisik, ari-ari tak lebih dari selaput pelindung janin semasa di rahim ibu. Ari-ari adalah pangkal dari segala macam obsesi, busur yang melesatkan anak panah harapan, doa, dan cita-cita. Selepas prosesi kelahiran yang melelahkan, bukankah banyak syarat-rukun yang mesti dipenuhi sebelum ari-ari dikuburkan? Bila menginginkan watak luhur yang [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on May 29, 2011
Damhuri Muhammad Kompas, 2 Januari 2011 ARIF B Prasetyo memaklumatkan kurun Facebook dan Twitter sebagai era kematian kritikus seni (Kompas, 19/12). Ia membincang berlimpah ruahnya ulasan karya seni di dunia maya, yang lantaran demokratisasi pembacaan, kemudian merenggut otoritas para kritikus. ”Siapa pun kini bisa menjadi kritikus yang berhak mengevaluasi puisi dan melegitimasi siapa pun yang [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on May 28, 2011
Damhuri Muhammad Pikiran Rakyat,12 Des 2010 SEJUMLAH Perkutut Buat Bapak (2010) karya Gunawan Maryanto dan Buwun (2010) karya Mardi Luhung ternobat sebagai pemenang kembar anugerah Khatulistiwa Literary Award (KLA) 2010 untuk kategori puisi, selain Rahasia Selma (2010), kumpulan cerpen karya Linda Christanty, untuk kategori prosa. Dua buku sajak itu menyisihkan tiga nominator lain: Penyeret Babi [...]
Filed under: Canting