Debat Sastra Berujung Pidana?

Yohanes Sehandi *
Flores Pos (Ende), 14 Apr 2015).

Akhir Maret 2015 lalu, sejumlah media massa di tanah air, baik media cetak maupun elektronik dan media online, ramai memberitakan penjemputan paksa sastrawan Saut Situmorang oleh tiga orang polisi dari Polres Jakarta Timur, terkait kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan sastrawan Fatin Hamama. Saut dijemput paksa di rumahnya di Yogyakarta, karena dua kali dipanggil penyidik tidak datang. Continue reading “Debat Sastra Berujung Pidana?”

Peremajaan Kebudayaan Indonesia

Darmanto Jatman
http://www.suaramerdeka.com/

LEBIH dari sepuluh tahun yang lalu, Rama Mangunwijaya mendirikan Sekolah Dasar Mangunan. Beliau sudah patah arang dengan generasi beliau, juga generasi berikutnya, karena sudah mengalami dekadensi moral yang luar biasa, bukan cuma mentalitasnya now, tetapi juga kependidikannya. Karena itu beliau bekerja keras untuk mewujudkan kependidikan “bebas sekolah” –maksudnya tentu saja sekolah seperti yang sampai sekarang kita kenal di bawah Departemen Pendidikan Nasional itu, yang bibit kawit-nya didirikan oleh Pemerintah Hindia-Belanda dalam rangka Politik Etis. Continue reading “Peremajaan Kebudayaan Indonesia”

Darmanto Jatman: Manusia Sudah Disapih Gusti Allah…

Ganug Nugroho Adi, Darmanto Jatman
http://www.suaramerdeka.com/

PADA 1990-an penyair Darmanto Jatman menulis sajak yang menggagas Indonesia sebagai sebuah perusahaan, Patriotisme Kromo. Hampir 10 tahun kemudian, sajak itu memperoleh SEA Write Award (Penghargaan Sastra Asia Tenggara).

Seperti sajak-sajaknya yang lain, “demokratisasi bahasa” begitu kental dalam Patriotisme Kromo. Ya, demokratisasi. Barangkali itu sebagai kata ganti untuk menyebut keberanian Darmanto dalam memasukkan keberagaman kata, bahasa, juga nama-nama dari Jawa, Indonesia, Inggris, Cina, dan juga Belanda dalam puisinya. Continue reading “Darmanto Jatman: Manusia Sudah Disapih Gusti Allah…”