Dua Hati

Dharmadi
http://oase.kompas.com/

Ia tak yakin akan diterima dengan senang hati di lingkungan saudara-saudaranya sendiri apalagi oleh kakak iparnya. Meski demikian ia merasa perlu datang ke rumah sakit untuk menengok kakak sulungnya.

Begitu keluar dari lift, langkahnya menuju kamar, seperti yang diberitahukan pamannya lewat telepon, yang ia terima tadi siang, ?Mam, masmu Madjid sakit keras, opname di rumah sakit Husada kamar 106 lantai 6; ibumu minta agar kamu pulang.? Continue reading “Dua Hati”