Nogoroth

Dinar Rahayu
http://suaramerdeka.com/

AKU masih teringat pada ilustrasi di sebuah buku yang menggambarkan ujung pelangi adalah segentong emas permata. Dalam gambar itu ada tujuh garis melengkung dan di satu ujung ada seorang perempuan yang meniti pelangi itu dan di ujung lain ada segentong emas permata. Matahari bersinar cerah di atas kepala perempuan itu dan bumi di bawah sana dengan garis-garis pulau dan awan. Sebuah gambar yang ceria. Continue reading “Nogoroth”

BELAJAR MENULIS DARI DINAR RAHAYU

Sutejo
Ponorogo Pos

Dinar Rahayu adalah sosok perempuan mutakhir yang beberapa tahun lalu dikukuhkan Nirwan Dewanto sebagai tokoh 2005 bersama Sitok. Dia adalah perempuan yang oleh MSNB.Com. dan situs Puisi.Net disinggung sebagai perempuan tradisonal berjilbab tetapi menguak seksualitas, dan karena itu, ia dikeluarkan dari sekolah di mana ia mengajar. Ia mengungkap aspek masokisme dan perilaku transeksual dalam bungkus mitologis Skandinavia. Menabrak tradisi? Continue reading “BELAJAR MENULIS DARI DINAR RAHAYU”

Pinurbo dan Dinar

Nirwan Dewanto *
majalah.tempointeraktif.com

SETIAP akhir tahun saya merasa lara dan terkutuk sebab saya tahu tak banyak karya sastra dalam bahasa nasional kita dalam setahun itu yang layak dikenang. Sebagian besar hanya akan tinggal sebagai bahan dokumentasi. Juga sepanjang 2002. Namun, takut menjadi anak durhaka di kampung halaman sendiri, saya berusaha toleran terhadap mutu sastra, lalu menghibur diri: lihat, bakat baru terus bermunculan. Ajaib, masih ada yang bisa meloloskan diri dari mediokritas yang kian merajalela dalam masyarakat saya. Bagaimana mungkin negeri yang tenggelam dalam kelisanan ini masih bisa menghasilkan penulis unggul? Continue reading “Pinurbo dan Dinar”