TUNGGU!

Djenar Maesa Ayu
cerpenkompas.wordpress.com

Waktu menunjuk pukul tujuh. Di sudut kafe ketiak saya berpeluh. Namun tak bisa mengeluh. Kecuali pada ponsel yang suaranya tak juga melenguh.

Dua belas jam yang lalu ada yang mengaku akan datang. Yang saya harapkan selalu di kafe itu senyumnya akan mengembang. Ketika melihat saya. Karena berdekatan dengan pujaan hati, katanya. Biasanya kami akan menghabiskan waktu dengan percakapan. Saling bertatapan. Saling bertukar harapan. Harapan untuk bisa merapat dan berdekapan. Di suatu tempat yang jauh dari kegaduhan. Continue reading “TUNGGU!”

Waktu Nayla

Djenar Maesa Ayu
Kompas, 31 Maret 2002

NAYLA melirik arloji di tangan kanannya. Baru jam lima petang. Namun, langit begitu hitam. Matahari sudah lama tenggelam. Ia menjadi muram seperti cahaya bulan yang bersinar suram. Hatinya dirundung kecemasan. Apakah jam tangannya mati? Lalu jam berapa sebenarnya sekarang? Nayla memeriksa jam di mobilnya. Juga jam lima petang. Jam pada ponselnya pun menunjukkan jam lima petang. Ia memijit nomor satu nol tiga. Continue reading “Waktu Nayla”

Djenar, Sudut Gelap Hidup Anak, dan “Menyusu Ayah”

Rohyati Sofjan
Suara Karya, 26 Juli 2008

ADA hal menarik dari tema yang diusung Djenar Maesa Ayu, kecenderungannya untuk memaparkan masalah seksual, semacam kompleks kejiwaan dan selalu dialami seorang [anak] perempuan. Itulah yang akan saya bahas di “Menyusu Ayah”, salah satu Cerpen Terbaik versi Jurnal Perempuan 2002 yang masuk antologi cerpen Jangan Main-main (dengan Kelaminmu). Antologi cerpen terbitan Gramedia yang provokatif dengan sampul merah menyala dan seolah menantang pembaca untuk menyelaminya. Continue reading “Djenar, Sudut Gelap Hidup Anak, dan “Menyusu Ayah””

Djenar: Buah Dada Saya Lebih Besar

Marcus Suprihadi
http://entertainment.kompas.com/

Terima kasih buat yang sudah memberikan baju ini buat saya karena dengan baju ini tetek saya jadi kelihatan besar. — Djenar Mahesa Ayu

Berbusana dengan konsep halter neck backless dress, penulis Djenar Maesa Ayu terlihat lebih anggun dibandingkan ketika ia berada di balik laptopnya sembari menulis novel. Dengan busana tersebut, (maaf) buah dada Djenar pun terlihat lebih besar. Continue reading “Djenar: Buah Dada Saya Lebih Besar”

Air

Djenar Maesa Ayu
http://cerpenkompas.wordpress.com/

Air putih kental itu saya terima di dalam tubuh saya. Mengalir deras sepanjang rongga vagina hingga lengket, liat sudah di indung telur yang tengah terjaga. Menerima. Membuahinya. Ada perubahan di tubuh saya selanjutnya. Rasa mual merajalela. Pun mulai membukit perut saya. Ketika saya ke dokter kandungan untuk memeriksakannya, sudah satu bulan setengah usia janinnya. Continue reading “Air”