KARYA ILMIAH VERSUS ESAI

Djoko Saryono

Apakah yang kita ketahui mengenai karya ilmiah? Suatu karya ilmiah atau ilmu selalu berpretensi, malah acapkali kelewat berambisi, memahami dan menjelaskan semesta, kehidupan, dan manusia beserta segala peristiwa di dalamnya. Lewat peralatan dan perangkat ilmiah yang dimiliki dan sering dibilang canggih, alam semesta beserta kehidupan dan manusia di dalamnya dicoba dijinakkan dan ditundukkan – mungkin dibekukan kalau tidak malah dilumpuhkan atau dibunuh – ke dalam logika, rasionalisasi, objektivasi, konseptualisasi, generalisasi, formulasi, argumentasi, dan sofistikasi filosofis-akademis dengan presisi sangat tinggi. Hal ini mengakibatkan alam semesta beserta kehidupan dan manusia di dalamnya tampak sebagai sehimpunan fakta dan data. Continue reading “KARYA ILMIAH VERSUS ESAI”

KITONG SAYANG TANAH PAPUA, TRA TERBILANG BAHASA DAN SASTRANYA :

MENGUSAHAKAN PEMAJUAN BAHASA DAN SASTRA TANAH PAPUA
Djoko Saryono *

di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung (Pepatah Melayu)
di mana bumi Papua sa pijak, di situ langit Papua sa junjung

Apuni inyamukut werek halok yugunat tosu
Berbuatlah sesuatu yang terbaik terhadap sesama
(Pepatah Lembah Baliem, Wamena)
Berbuatlah sesuatu yang terbaik terhadap bahasa dan sastra Tanah Papua Continue reading “KITONG SAYANG TANAH PAPUA, TRA TERBILANG BAHASA DAN SASTRANYA :”

Berlari Mengejar Gagasan

Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd *
kebonagungadalahsurga.wordpress.com

DARI MANA datangnya gagasan satu tulisan?

Tentulah bisa dari rupa-rupa sumber: tak ada sumber tunggal yang wajib ditimba oleh seorang penulis untuk menggapai, menemu atau menjemput suatu gagasan guna dituang ke dalam satu tulisan. Pendapat orang per orang, ingatan pribadi atau bersama, figur manusia, pengalaman pribadi atau kolektif, pemikiran orang per orang, dan peristiwa atau kejadian tertentu yang tersebar dan terserak di lapangan kehidupan manusia, bisa menjadi sumber mendapatkan gagasan satu tulisan. Continue reading “Berlari Mengejar Gagasan”

PENDIDIKAN RESPONSIF BUDAYA [Sebuah Refleksi Ringkas]

Djoko Saryono *
pelangisastramalang.org

Sejak dahulu hingga sekarang, para pemikir, pakar, dan awam sudah menyatakan adanya hubungan simbiosis mutualisme antara pendidikan dan kebudayaan. Demikian pula para ahli (ilmu filsafat, ilmu sosial, dan ilmu kemanusiaan) dan peneliti sudah menelaah dan mengaji jalin-kelindan pendidikan dan kebudayaan. Bahkan kemudian berkembang pemikiran di lingkungan filsafat atau filsuf bahwa pendidikan merupakan proses pembudayaan di samping pemerdekaan dan pemanusiaan. Continue reading “PENDIDIKAN RESPONSIF BUDAYA [Sebuah Refleksi Ringkas]”