PEMAJUAN BAHASA DAN SASTRA JAWA

Djoko Saryono *

Anton Wahyudi bersama Bonari Nabonenar (dalam mimpi saya) mencecarkan pertanyaan ihwal pemajuan bahasa dan sastra Jawa. Pemajuan bahasa dan sastra Jawa di sini — menurut Tjahjono Widijanto dan Aming Aminoedhin — bersangkutan dengan pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra Jawa. Dalam lelap tidur penuh mimpi saya, keempat penggelut sekaligus punggawa bahasa dan sastra Jawa di Provinsi Jawa Timur tersebut melontarkan pertanyaan menohok. Continue reading “PEMAJUAN BAHASA DAN SASTRA JAWA”

PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN TERCERAHKAN MELALUI PENDIDIKAN HUMANIORA (3)

: Kontribusi Pendidikan Humaniora

Djoko Saryono *

Sebagaimana telah diungkapkan sebelumnya, kepribadian insan cendekia (sekaligus rasional, spiritual, dan imajinatif) berpihak kepada kemanusiaan; kebebasan dan kelangsungan hidup manusia. Untuk bisa membela dan menjaga kemanusiaan atau kelangsungan hidup manusia secara berke-lanjutan diperlukan – pertama-tama – ketajaman pikiran, kejernihan akal-budi, kecermatan nalar, kedalaman hati nurani, kepekaan rasa, dan keindahan angan-angan manusia; dan kemudian – kedua – pengetahuan (ilmu) yang mampu mengasah rasa kemanusiaan dan pemikiran kita. Continue reading “PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN TERCERAHKAN MELALUI PENDIDIKAN HUMANIORA (3)”

PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN TERCERAHKAN MELALUI PENDIDIKAN HUMANIORA (1)

Djoko Saryono *

Prolog:

Sekarang kita sedang memperingati Hari Pendidikan Nasional (2 Mei 2021) pada tahun kedua pandemi Covid-19. Selama dua tahun pandemi kita dihadapkan pada kelebatan-kelebatan perubahan wajah pendidikan kita baik karena kebijakan-kebijakan pemerintah maupun tekanan-tekanan atau tantangan-tantangan tak terelakkan dari berbagai penjuru. Tak ayal, dalam dua tahun terakhir kita berhadapan dengan kelebat pelbagai jargon, terminologi atau linguistik, bahkan gelagat gerak-gerik atau gimik (gimmick) yang “dipahami atau dikesankan” sebagai adanya transformasi substansial pendidikan Indonesia kita. Continue reading “PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN TERCERAHKAN MELALUI PENDIDIKAN HUMANIORA (1)”

PENGARANG PEREMPUAN INDONESIA (2)

: Keberadaan Cerpenis dalam Sistem Pengarang
Djoko Saryono *

Berdasarkan genre (bentuk) sastra yang pada zaman sekarang umumnya dipilah atau diklasifikasikan menjadi genre puisi, fiksi dan lakon drama (sastra dramatik), maka pengarang sastra pun dapat dipilah atau diklasifikasikan men-jadi pengarang puisi (atau penyair), pengarang fiksi dan pengarang lakon dra-ma (sastra dramatik). Pengarang puisi atau penyair adalah orang yang menulis puisi atau berprofesi sebagai penulis puisi; pengarang fiksi adalah orang yang menulis fiksi atau berprofesi sebagai penulis fiksi; dan pengarang lakon drama adalah orang yang menulis lakon drama atau berprofesi sebagai penulis lakon drama. Continue reading “PENGARANG PEREMPUAN INDONESIA (2)”