Teori Sastra dan Rasisme

Donny Syofyan *
harianhaluan.com 24 Juni 2012

Sejak tahun 1970-an, ras dianggap sebagai konsep sosial, budaya dan politik yang sebagian besar didasarkan pada penampilan luar yang dangkal dan semu. Gagasan tentang ras ditanggapi secara emosional sehingga diskusi-diskusi objektif tentang signi­fikansi ras dalam kaitannya dengan isu-isu sosial menjadi sulit. Setidaknya, ada tiga teori sastra penting dalam upayanya mendefinisikan kembali istilah ‘ras’. Tulisan ini mencoba untuk mende­finisikan konsep terkini ten­tang ras di antara kebudayaan warga kulit hitam Amerika (African-American) dan gaga­san-gagasan ras lainnya yang telah terbentuk sepanjang konfigurasi teori-teori post­modernisme, feminisme dan postkolonialisme. Continue reading “Teori Sastra dan Rasisme”

Membongkar Kerancuan Metode Penelitian Sastra

Donny Syofyan *
harianhaluan.com 18 Nov 2012

Dekade 1970-an di Barat menunjukkan perkembangan pesat dalam kajian sastra ilmiah dengan kemunculan pelbagai teori baru mengenai karya sastra. Ini meliputi teori struktural, semiotik, struktu­ralisme genetik, resepsi sastra hingga teori kelisanan. Kecen­derungan ini kian kuat dengan masuknya teori-teori yang lebih baru semisal pasca­struktu­ralisme, pascamodernisme, pascakolonialisme, pasca­mar­xisme, feminsime, pascafemi­nisme. Perkembangan demikian mengesankan bahwa posisi keilmiahan karya sastra tidak dapat digoyahkan dan dira­gukan lagi. Continue reading “Membongkar Kerancuan Metode Penelitian Sastra”

Teori Resepsi Sastra Menurut Iser

Donny Syofyan *
harianhaluan.com 29 April 2012

Wolfgang Iser (1926-2007) adalah salah seorang pakar ilmu-ilmu sastra berke­bangsaan Jerman yang terke­nal dengan teori respons pembaca (reader-response theo­ry). Kritik Iser terhadap teori sastra adalah selama ini yang menjadi pusat perhatian sastra adalah maksud penulis, makna sosial, psikologi, kon­temporerisme, pengertian historis teks, atau Continue reading “Teori Resepsi Sastra Menurut Iser”

Memahami “Shakespearean Tragedy”

Donny Syofyan *
http://padangekspres.co.id/

Pada umumnya, drama dikelompokkan dalam dua jenis, yaitu tragedi dan komedi. Pengelompokan ini didasarkan pada cara pandang filosofis drama tersebut terhadap hakikat hidup manusia. Pandangan hidup yang khas dalam drama tragedi terletak pada penegasan bahwa manusia harus menerima suratan nasib yang tidak dapat dihindarkan. Jadi, drama tragedi adalah drama yang menampilkan tokoh yang sedih dan muram. Continue reading “Memahami “Shakespearean Tragedy””

Sastra dan Respons Estetik Pembaca

Donny Syofyan
http://padangekspres.co.id/

Teks hanya punya arti bila ia dibaca. Karena itu, membaca adalah prasyarat penting bagi segenap proses interpretasi sastra. Titik sentral dalam pembacaan karya sastra adalah interaksi antara struktur karya tersebut dan penerima atau pembaca. Tidak mungkin untuk mendeskripsikan tanggapan pembaca tanpa menganalisis proses pembacaannya. Dalam hal ini, pembacaan terhadap teks menjadi sesuatu yang amat penting. Continue reading “Sastra dan Respons Estetik Pembaca”