Jan ‘Sondang Hutagalung’ Palach

Dwi Pranoto *

Aku Jan Palach. Aku seorang Ceko, Aku seorang Polandia, Lithuania, Vietnam, Afganistan, menyingkapimu. Setelah ribuan kali aku membakar diri, mungkin kita akan menang. (Wiktor Szostalo, 1983)

Jan Palach membakar diri di Wenceslas Square, lima bulan pendudukan Uni Soviet di Cekoslowakia setelah membubarkan pemerintahan Alexander Dub?ek selama masa yang dikenal sebagai Musim Semi Praha. Continue reading “Jan ‘Sondang Hutagalung’ Palach”

Subyek, Abnormalitas, Gaya *

Dwi Pranoto **

Di sebuah jurnal digital, Paralaks, tulisan Gunawan Mohamad (27 Maret 2008), S.T.A., Sebuah Prosa mengutip sebuah paragraf S.Takdir Alisyahbana dalam Kebangkitan Puisi Baru Indonesia. Demikian S. Takdir Alisyahbana menggambarkan kelahiran sebuah puisi: Segala perasaan yang timbul di dalam kalbu berombak dan beralun melalui berjuta-juta jalan yang halus memenuhi seluruh tubuh; Continue reading “Subyek, Abnormalitas, Gaya *”

Surat dari Jember: Apakah Ia Sedang Menyusun Biografi Baru, Afrizal?

Dwi Pranoto *

Kini ia telah menjadi ingatan yang tak mungkin sepenuhnya teringat: di tempat percakapan yang setengah malu-malu untuk memenuhi dirinya dengan asap rokok itu suara yang keluar dari mulutnya jelas sekali mengisyaratkan kalau telah terlatih atau terbiasa mengatasi kegentingan di penjelang khalayak. Ia bergerak rileks; slow motion nyaris. Continue reading “Surat dari Jember: Apakah Ia Sedang Menyusun Biografi Baru, Afrizal?”

Fragmen-Fragmen “Agama Bumi”

Dwi Pranoto *

Penderitaan agama, pada saat yang bersamaan, adalah ekspresi pendertiaan nyata dan gugatan terhadap penderitaan nyata.  Agama adalah erangan dari makhluk yang tertindas, jantung dari dunia yang tak berjantung,  dan jiwa dari kondisi-kondisi yang tak berjiwa. Agama adalah candu masyarakat.
– Karl Marx, 1844 ; Introduction to Critique of Hegel’s Philosophy of Right. Continue reading “Fragmen-Fragmen “Agama Bumi””