Posted by PuJa on May 23, 2012
Beni Setia http://www.lampungpost.com/ SASTRINA yang baik, kamu bertanya dan sekali lagi bertanya: Apa makna dari sertifikasi seniman dari Negara bagi aku. Jawabannya sederhana sekali, aku tidak tahu dan tidak ingin ambil pusing. Kenapa? Karena, pertama, dalam hal sertifikasi itu ada subjek yang punya otoritas melakukan sertifikasi, serta ada si objek yang subordinan dan baru eksis [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Dwi Rejeki http://www.suarakarya-online.com Beragam karya seni budaya asli masyarakat Papua belakangan ini mulai terancam punah. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan pada suatu saat nanti seni budaya masyarakat Papua itu hilang begitu saja karena tidak adanya regenerasi.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on May 21, 2012
Saifur Rohman Cerpen-cerpen Indonesia mutakhir diwarnai oleh komodifikasi yang bisa disingkat dengan jimat “cerpen koran”. Bentuknya ringkas, isinya padat, dikemas dengan gaya yang unik, selesailah. Seperti membuat pop mie; cepat saji, segar, dan gurih. Di tengah-tengah komodifikasi itu, kumpulan cerpen bertajuk Ritual (2012) karya Han Gagas sesungguhnya bisa diapresiasi sebagai sebuah perlawanan yang betul-betul berani [...]
Filed under: Edisi Khusus, Esai
Posted by PuJa on May 20, 2012
Damhuri Muhammad * Kompas, 15 Maret 2009 SEBERAPA jernih raut wajah mencerminkan kejatidirian yang paling asali? Lelaku, sifat dan tabiat barangkali memang dapat tergambar dari garis-garis wajah. Dalam realitas yang menyehari, pertanda amarah biasa digambarkan oleh rona muka merah-padam, begitu pun keramahan, tertandai dengan raut wajah yang bersih dan berseri-seri.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
A. Fauzie Nurdin Lampung Post, 18 Maret 2009 PENGAKUAN terhadap masyarakat adat sebagai bagian tidak terpisahkan dari masyarakat bangsa dalam negara merupakan hak setiap manusia berbudaya. Ini dapat dibuktikan secara historis, sosiologis maupun antropologis. Pemahaman pluralisme budaya memerlukan pendekatan filosofis yang bersifat universal, komprehensif, dan integral melalui berbagai kajian ilmu. Jika pendekatan filsafat disepakati dan [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
P Ari Subanyo * Kompas, 21 Maret 2009 BAHASA adalah penemuan manusia yang paling menakjubkan: manusia sungguh-sungguh sapiens (bijaksana, berbudi) hanya karena ia ”loquens” (bertutur), tulis Paul Chauchard dalam Le Langage et La Pensee (terjemahan A Widyamartaya, Bahasa dan Pikiran, 1983).
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Bambang Sugiharto * Kompas, 21 Maret 2009 ”HUMANISME” adalah isu yang kini telah menjadi purba, kedaluwarsa. Begitulah kesan umum dalam era pascamodern milenium ketiga ini. Namun, sebetulnya itu tidak sepenuhnya benar. Sebagai aliran filsafat ataupun ideologi, mungkin hal itu memang sudah berlalu. Humanisme telah didekonstruksi, dari sisi teoretis maupun praktik. Namun sebagai wacana reflektif ihwal [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Dorothea Rosa Herliany * Kompas, 22 Maret 2009 AWAL bulan ini (4-10 Maret 2009), Dubai menyelenggarakan sebuah festival puisi yang sangat spesial. Ratusan penyair dari 45 negara datang dan masing-masing membacakan karya puisi-puisi mereka di enam lokasi berbeda (termasuk pusat pertokoan dan klub-klub sosial yang ada di Dubai) hampir setiap malam. Para kritikus sastra dari [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Esha Tegar Putra * Padang Ekspres, 22 Maret 2009 SETELAH Jurnal Cerpen Indonesia (JCI) terbitan Akar Indonesia edisi 9 (sembilan) beberapa bulan yang lalu hadir dengan judul “Ratusan Mata di Mana-mana”, kini pada edisi 10 (sepuluh) JCI tampil dengan tema baru, “Regenerasi dan Panggung Muda Cerpen Indonesia”.
Filed under: Esai