Posted by PuJa on January 21, 2012
Fahrudin Nasrulloh ** __Radar Mojokerto, 15 Jan 2012 Segala sesuatu mencari segala sesuatu Tanpa tujuan tanpa akhir tanpa henti (Victor Hugo) Masa sekarang dunia sastra selalu bisa lahir dan diapresiasi oleh kalangan manapun. Hal ini menunjukkan perkembangan demokratisasi sastra yang semakin tidak terbatas.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on December 29, 2011
Fahrudin Nasrulloh * __Radar Mojokerto, 18 Des 2011 Mojokerto mulai bergerak lagi. Mojokerto coba diongkosi lagi. Oleh mereka-mereka yang masih bersetia menulis, dan satu-dua-tiga yang baru muncul belakangan. Sastra tampaknya tak pernah mati dari kondisi apa pun yang bahkan telah banyak mencekik para pelakunya untuk lebih jauh mengarus dalam dunianya yang semakin tak jelas. Tak [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on November 27, 2011
Fahrudin Nasrulloh* Radar Surabaya 27 Nov 2011 Perhelatan karya dalam kancah sastra di Jawa Timur yang sempat saya amati sejak 2009 hingga sekarang cukup menggembirakan sekaligus mampu mengocok dan menyogrok kembali nyala proses kreatif siapa pun yang berderap di dalamnya. Sebagian besar berpusaran pada puisi dan kepenyairan. Sementara cerpen dan novel tak banyak dihasilkan apalagi [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on August 20, 2011
Fahrudin Nasrulloh Sehari Sebelum ke Mojokerto Senin, 2 Agustus 2010, saya berangkat dari Tandes pukul 10:32 WIB, langsung meluncur ke kantor Pos Kecamatan Sumobito untuk mengambil 4 kardus buku yang dikirim Bilven dari Penerbit Ultimus, Bandung. Di blangko resi penerimaan, buku-buku Ultimus dikirim kalau tidak keliru pada 27 Juli Sampai di kantor Pos Sumobito. Pada [...]
Filed under: Canting, Esai
Posted by PuJa on August 14, 2011
Fahrudin Nasrulloh* http://www.radarmojokerto.co.id/ Obrolan di cafe ”Sidade” itu makin menghangat. Kopi disuguhkan. Bila mau pilih teh boleh juga. Yang wasgitel atau sariwangi. Bisa pesan jika minat teh rosella Malang yang berdaun gelap kecoklat-coklatan. Rokok Jisamsoe disesap, seperti menghirup seisi cafe dari ingatan yang pudar. Ia berjalan mondar-mandir melayani pembeli. Pangsit dan Mie ayam Jakarta, pun [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on August 13, 2011
Fahrudin Nasrulloh* http://media-jawatimur.blogspot.com/ Sastra panggung sebagai sastra lisan banyak kita temukan dalam ratusan lakon yang dipertunjukkan dalam seni tradisi ludruk. Ludruk sebagai elemen sastra oral-etnik memiliki keberagaman yang luas di berbagai wilayah Jawa Timur, di mana lakon-lakon yang pernah dimainkan dengan latar masing-masing daerah itu berpijak pada mitos, legenda, sejarah, dan problematik sosial yang tak [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on April 3, 2011
Fahrudin Nasrulloh Menulis pengantar cerpen? Saya rasa ini lebih berat dibanding membikin cerpen atau tulisan lainnya. Seperti saya dipaksa menapaktilasi detik perdetik dalam ruang dan waktu di setiap cerpen. Menguruti jejak sungguh sesuatu yang rumit dan melelahkan. Tapi itu tampaknya perlu dibuat. Agar saya tidak menciderai pembaca. Meski sebelas cerpen dalam kumpulan ini masih terasa [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on November 16, 2010
Fahrudin Nasrulloh** http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/ Sarang teknologi telah pecah. Menyebar ke pedalaman renik manusia. Buku, tradisi membaca, dan perjalanan kepengarangan telah dipadatkan jadi arca di kamar facebook. Kemanakah gelombang kesusastraan dan kepengarangan kita sekarang, ketika tentakel teknologi dan gerak perubahan berada di tubir ketidakpastian?
Filed under: Esai