Tag Archives: Fakhrunnas MA Jabbar

Apa yang Kau Cari, Sastrawan?

Fakhrunnas MA Jabbar
http://www.riaupos.co

SUDAH tak terhitung berapa banyak acara pertemuan sastra di negeri ini. Hampir setiap bulan, ada saja kegiatan semacam itu digelar dan diprakarsai oleh institusi atau komunitas baik dari kalangan pemerintah maupun swasta –terutama kelompok sastra- di berbagai belahan kota dan kampung di Indonesia. Nama acara dan ruang lingkup peserta boleh saja berbeda-beda. Tapi banyak pula di antara acara tersebut bermiripan terkait tema, motif dan batasan sastrawan yang boleh ikut.

Opera Primadona, Opera Melayu?

Fakhrunnas MA Jabbar *
Riau Pos, 8 Sepr 2013

OPERA Primadona karya teaterawan terkemuka Indonesia, Nano Riantiarno pada hakikatnya berkisah tentang konflik yang tak habis-habis di sebuah kelompok teater Miss Kecubung. Cukup lama masa kejayaan Miss Kecubung yang dipimpin oleh Miss Kecubung (Mimi Suryani), seorang perempuan ambisius dan berkuasa melebihi suaminya sendiri,

Sepenggal Kisah Ikan Paus Biru

Fakhrunnas MA Jabbar
Riau Pos, 1 April 2012

SUATU kali, Hasan Junus menanyai saya soal ikan. Sebab, saya memang dikenal Hasan selain sebagai sastrawan juga sarjana perikanan. Pertanyaan Hasan sederhana saja: “Nas, awak tahu tak tentang ikan paus biru?” Saya tak langsung menjawab disebabkan pertanyaan Hasan itu terasa tendensius. Tanpa menunggu jawaban saya, Hasan pun secara rinci menjelaskan bagaimana sosok ikan paus biru lengkap dengan nama Latinnya (scientific name) sepanjang usianya terus bertumbuh.

Tradisi Intelektual dan Kegairahan Penerbitan Buku

Fakhrunnas MA Jabbar*
Kompas, 14 Sep 2008

TRADISI intelektual di Riau sudah diawali sejak masa kejayaan Kerajaan Melayu Riau-Lingga dan Riau-Johor sekitar abad ke-19. Di masa itu, tumbuh subur aktivitas dan wacana intelektual yang diperankan oleh sejumlah pemikir dan petinggi kerajaan. Sebutlah nama-nama yang telah menghasilkan sejumlah karya berupa naskah dan teks yang abadi hingga kini, seperti Raja Ali Haji, Abu Muhammad Adnan, dan Raja Aisyah.

Para Gila

Fakhrunnas M.A. Jabbar
http://www.lampungpost.com/

MAU merasakan jadi orang gila? Bacalah cerita ini. Seekor musang di siang tegak bercintaan dengan seekor rama-rama di pokok murbai di halaman belakang tempat tinggal kami. Musang jantan mencumbui rama-rama betina begitu seronok. Sampai-sampai menitik air liurnya. Mereka saling berkecupan. Saling birahi. Daun-daun murbai yang rindang itu sambil berguncang-guncang padahal angin tak bertiup sedikit pun. Pada mulanya hanya aku yang melihat kejadian itu. Tapi secara sengaja kukabarkan pada teman-teman yang lain. Tak peduli lelaki atau perempuan. Selang setengah jam kemudian, kami jadi beramai-ramai menyaksikan percintaan yang luar biasa itu.