DAN TAUFIQ PUN MEMBADUT


Fatah Yasin Noor

Nah! Akhirnya terbit juga. Buku ini lumayan tebal, 400 halaman lebih. Adalah kumpulan tulisan mutakhir Taufiq Wr. Hidayat yang semuanya pernah dimuat di akun facebooknya. Tentu saja setelah melalui proses editing yang ketat. Tak semua yang diunggah di Facebook ada di buku ini. Sebagian pernah dimuat media cetak. Buku adalah jalan terakhir manusia di dunia mengoptimalkan amalan untuk bekal hidup di akherat. Continue reading “DAN TAUFIQ PUN MEMBADUT”

Puisi-Puisi Fatah Yasin Noor

Belantara Hijau

Mata yang tersimpan dalam kandungan gunung. Perlahan silau atas tajam matahari. Atas hari-hari yang semakin terbuka. Menguak kehijauan hutan belantaramu. Nyaris tak lagi bisa ditandai. Gerimis yang terus merintih pelan. Jejak-jejak sunyi masih merangkum musim. Aku berjalan perlahan dalam beludru malam. Melingkar lewat lekuk teluk yang dikenali pelanduk. Ahai sepi, seperti ampas kopi. Continue reading “Puisi-Puisi Fatah Yasin Noor”

Prosa-Prosa Fatah Yasin Noor

Tak Ada Gerhana

Itulah teks yang sarat kandungan sepi yang mencekam. Padahal kami tak punya kecurigaan apa pun pada nasib. Tentu saja masing-masing dari kami sudah punya anak. Mereka senang berlarian di halaman rumah. Apakah kelak mereka akan jadi penyair, misalnya, kami tak tahu. Kami tidak menyerahkannya kepada takdir. Daya dan upaya kami sudah maksimal. Hanya tema-tema kesepian yang sanggup meluluhkan perasaan kami. Continue reading “Prosa-Prosa Fatah Yasin Noor”

Sajak-Sajak Fatah Yasin Noor

Puisi dalam Peti Jenasah

Aku menjumpaimu saat air mata itu telah mengering. Seperti puisi mati dalam peti jenasah. Tapi aku mencoba membongkar lapis demi lapis riwayat daun di situ. Seperti hujan kemarin, bau tanah dan asap dupa masih menyergapku. Aku tak percaya engkau telah tiada. Seharum bau kematian itu sendiri, dari semerbak kembang mawar dan melati yang menembus kamarku. Continue reading “Sajak-Sajak Fatah Yasin Noor”