Tag Archives: Friedrich Nietzsche

Hasan Tiro, Nietzsche, dan Aceh

Nezar Patria *
Kompas, 19 Okt 2008

HASAN Tiro dalam keadaan galau. Dia berada pada situasi batas eksistensial. Terpaku pada satu rak di toko buku di Fifth Avenue, New York, matanya tak lepas mengeja karya filsuf eksistensialis Jerman, Friedrich Nietzsche. Dia terbenam dalam aporisme Thus Spoke Zarathustra. Saat itu, September 1976. Beberapa hari lagi Hasan harus membuat keputusan penting: ke Aceh menyalakan pemberontakan bersenjata atau tetap hidup di New York sebagai pengusaha.

Tempat, Non-Tempat: Pergulatan Al-Hallaj dan Nietzsche

Asarpin *

Nietzsche adalah al-Hallaj yang diasingkan orang dalam negerinya. Ia lolos dari tangan para mullah, tapi terjerambab ke tangan para dokter!
–Mohammad Iqbal, Javid Namah (Kitab Keabadian), terj.Mohamad Sadikin, Panjimas, 1987, h. 80

Ia seorang sufi, yang dalam riwayat dicatat sebagai yang paling berani, dan karena itu ia dihukum mati. Para periwayat menyebutkan, ia seorang keturunan Persia dari garis kakeknya, tapi tentu saja ia bukan orang Persia tulen, atau orang Arab asli. Ia mungkin seorang hibrid. Tempatnya ada di mana-mana sekaligus tak di mana-mana. Tanah airnya seluas benua.

Nietzsche: Jangan Jadi Kaum Dombawi

Ardus M Sawega
Kompas, 20 Feb 2011

Lalu,/seketika,/menukik lurus,/dengan cakar terhunus,/mencengkeram domba-domba,/dengan lapar membara,/berahikan domba,/masgul pada segala-jiwa domba,/masgul murka pada segala airmuka/yang budiman, dombawi, dungu,/bersifat gumpan bulu,/dan baik budi susu dombawi… (Cuma Pandir! Cuma Penyair!)

Tasawuf Nietzsche dan Al Ghazali

Kurtubi *
http://filsafat.kompasiana.com/

Seorang Atheis (tidak percaya tuhan) ?mengenal? Tuhan dengan cara menolaknya. Di manapun dan kapanpun ia terus berpikir keras bagaimana berusaha menolak keberadaan Tuhan lewat ilmu pengetahuan. Sementara seorang agamis yang percaya Tuhan, adem ayem saja, jarang menyebut-nyebutnya atau bahkan mengejar-Nya.

Goethe Institut luncurkan kumpulan puisi Nietzsche

Herry Suhendra
http://web.bisnis.com/

Goethe Institut Jakarta akan meluncurkan kumpulan puisi Friedrich Nietzsche ‘Seri Puisi Jerman: Syahwat Keabadian’ sekaligus pembacaan puisi dan diskusi bersama Agus R. Sarjono dan Berthold Damshäuser pada 20-29 September 2010 di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bandung dan Banten.