Sensibilitas Lokal Bali dalam Sastra Indonesia

Gde Artawan *
Bali Post, 17 Maret 2013

KEANEKARAGAMAN bahasa di Indonesia menyebabkan munculnya keanekaragaman sastra lokal/daerah. Dikenalnya pemakaian bahasa Jawa di kalangan pemakai bahasa Jawa membawa implikasi dikenalnya sastra Jawa. Demikian juga dikenal ada sastra Bali, sastra Sunda, sastra Minangkabau dan lain-lain. Tiap sastra daerah tentu mencerminkan warna tersendiri. Continue reading “Sensibilitas Lokal Bali dalam Sastra Indonesia”

Takut

Gde Artawan
http://www.balipost.co.id/

Setelah didera rasa mual, dua bulan terakhir ini aku didera perasaan takut. Semula aku bayangkan kalau perasaan takut itu bersifat sementara saja, hanya singgah sesaat lalu pergi. Barangkali kondisi fisikku yang lemah akibat diserang gejala flu membuat perasaan takut itu muncul atau efek samping dari nonton film horor, atau yang lain. Ternyata setelah aku sembuh dari gejala flu, dan tidak nonton film horor perasaan takut itu tak juga hengkang dari dalam diriku. Continue reading “Takut”

Sajak-Sajak Gde Artawan

http://balipost.com/
MENCATAT KELUH IBU

siapa yang masih setia mencatat keluh ibu
di setiap gemerlap pesta ulang tahun
di tepian kesadaran
tentang perjumpaan tawa dan tangis
di penghujung ruang persalinan
tangantangan gemetar mencatat hari lahir
karena esok perhelatan musim akan digelar
dan riuh hidup akan memompakan berjutajuta jerit Continue reading “Sajak-Sajak Gde Artawan”

Mual

Gde Artawan
http://www.balipost.com/

Tiga bulan terakhir ini aku merasakan kondisi yang sangat tidak mengenakkan. Aku merasa mual. Sungguh. Tidak lantaran kondisiku yang agak terkuras setelah menjadi pengantin baru, bukan pula lantaran Leny — wanita kampung biasa-biasa saja yang kini jadi istriku — hamil, tidak. Rasa mual ini menghantamku secara membabibuta tanpa aku diberi penjelasan yang komprehensif, paling tidak secara nalar dapat dirunut sebab musababnya. Continue reading “Mual”