Di Penghujung Revolusi

Geger Riyanto
suaramerdeka.com

BAR itu jauh dari keramaian. Jauh dari lalu lalang manusia yang bermandi peluh demi sebongkah roti, jauh dari jalan utama yang merupakan ban berjalan bagi mereka -para sekrup kecil ekonomi negara tersebut. Di ujung dalam, tampaklah seorang pria paro baya mengenakan kacamata hitam, masker, dan berjaket. Ia sedang berbicara dengan pria lain dengan topi bermoncong panjang yang nyaris menutupi matanya, dan kemeja lengan panjang bergaris-garis yang dilipat hingga siku. Continue reading “Di Penghujung Revolusi”