Tag Archives: Gola Gong

SURGA DI TELAPAK KAKI IBU

Gola Gong
http://keluargapengarang.wordpress.com/

Ketika kecil, hadis yang menyebutkan “surga itu di telapak kaki ibu” terbayang-bayang terus di kepalaku. Bahkan otak kananku selalu meminta-minta untuk bisa melihatnya. Kadang aku kecil memeriksa kaki Emak, apakah surga ada di sana. Emak lalu mendongeng Si Malin Kundang yang durhaka pada ibunya, sehingga dikutuk jadi batu. Kata Emak, kalau ingin melihat surga, aku harus berbakti pada keduaorangtua; Emak dan Bapak, juga ematuhi perintah Alah serta meninggalkan larangan-Nya.

DONGENG GOLA GONG

Haris Firdaus
www.rumahmimpi.blogspot.com

Seorang anak kecil pergi ke alun-alun. Di sana, ia melihat seorang prajurit TNI yang terjun menggunakan parasut. Hatinya berdebar, matanya berdecak. Anak kecil itu mungkin kagum dengan peristiwa yang baru saja dilihatnya. Keinginan pun muncul. Lalu ia pulang ke kampungnya. Di sana, ia temui anak-anak sebayanya. Mereka ia ajak bermain perang-perangan. Anak kecil itu ingin jadi jenderal.

Gola Gong: Kesuksesan Itu Dari Allah

Pipiet Senja *
http://www.kompasiana.com/pipietsenja

Siapa yang tak kenal Rumah Dunia? Inilah pengelolanya; Gola Gong!
Penulis legendaris serial Balada Si Roy

Sedang sibuk apa saat ini, Mas GG?

Saya sedang writer block. Sudah sejak Maret 2007, tidak bisa bikin novel. Mentok. Saya sedang mengarap novel serial LABIRIN LAZUARDI dengan Tiga Serangkai. Sudah 3 judul buku;

Gola Gong & Tias Tatanka BENTUK RUMAH DUNIA AGAR BISA “GENGGAM DUNIA”

Gola Gong, Tias Tatanka
http://nostalgia.tabloidnova.com/

Kecintaan pada buku dan cita-cita mempopulerkan budaya baca tulis di Banten, membuat pasangan suami-istri ini membangun Rumah Dunia. Di sana merupakan sebuah pusat belajar dengan segudang kegiatan dan sarana. Anak-anak maupun orang dewasa boleh menimba ilmu tanpa dipungut bayaran.

Gola Gong: Pahlawanku, Inspirasiku

Harris Maulana
http://www.kompasiana.com/harris

Saya mengenalnya lewat novelnya yang fenomenal “Balada Si Roy”. Cerita ini pada awalnya sebuah cerita pendek bersambung di majalah Hai medio 1988 ketika saya masih SMP. Cerita ini selalu saya ikuti hingga dijadikan novel. Mulai dari “Joe” hingga “Epilog” dengan jumlah total 10 buah.