Posted by PuJa on May 18, 2012
Grathia Pitaloka Jurnal Nasional, 31 Agu 2008 WACANA mengenai sastra Islami di Indonesia kembali bergaung ketika novel Ayat-ayat Cinta (2004) karya Habiburrahman El Shirazy disebut sebagai novel terlaris. Tak lama kemudian menjamur karya-karya serupa yang mengusung bendera sastra Islami. Tema Tuhan dan religiositas Islami bukan lagu baru dalam ranah sastra tanah air. Sejak lama tema [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on December 29, 2010
Grathia Pitaloka Jurnal Nasional, 16 Okt 2008 SETELAH sering memainkan peran-peran konyol, Alex Abbad kini mencoba tantangan baru dengan bermain dalam sebuah film drama, Cinta Setaman. Tak tanggung-tanggung, dalam film besutan sutradara Harry Dagoe ini Alex berperan sebagai pria homoseksual. Meski banyak yang meragukan, namun lelaki kelahiran Jakarta, 18 Juni 1978, ini berhasil membuktikan bahwa [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on November 18, 2009
Grathia Pitaloka http://jurnalnasional.com/ NAMA Eka Kurniawan sering disebut-sebut sebagai magma baru dunia sastra Tanah Air. Kepiawaiannya dalam memadu kata membuat Eka menuai banyak pujian. Tetapi, segala sanjungan itu tak lantas membuat lulusan Filsafat Universitas Gajah Mada ini menjadi besar kepala, ia malah memanfaatkannya sebagai alasan untuk terus menginjak bumi.
Filed under: Canting
Posted by PuJa on November 17, 2009
Grathia Pitaloka http://jurnalnasional.com/ BAGI Fira Basuki, menulis bukan sekadar tanggung jawab profesi, melainkan sebuah kebutuhan. Ibu satu anak ini menempatkan menulis sederajat dengan kebutuhan biologis lain seperti makan, minum, bahkan bernapas. “Sehari saja nggak nulis aku bisa blingsatan,” kata perempuan kelahiran Surabaya ini ketika ditemui di Kidzania Pacific Place, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Filed under: Canting
Posted by PuJa on September 19, 2009
Grathia Pitaloka http://www.jurnalnasional.com/ SATU dekade menghilang dari dunia kepenulisan di Tanah Air, kini Zara Zettira ZR kembali hadir bagi para pembacanya. Roda waktu yang berputar selama 10 tahun tak mampu menggerus pesona ibu dua anak ini. Zara masih seperti dulu: cantik, langsing, dan penuh kelembutan. Zara yang sore itu terlihat anggun dibalut kebaya putih bertutur [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on September 17, 2009
Grathia Pitaloka http://www.jurnalnasional.com/ ADA banyak cara menuju Tuhan. Salah satunya seperti yang dilakukan Amir Hamzah melalui sajak-sajaknya. Dalam bait liris Amir berkeluh kesah tentang kerinduannya pada Sang Pencipta. Setelah Amir meninggal dunia, hampir tidak ada penyair Indonesia lain yang begitu bergetar rasa rindunya kepada Zat yang Mahagaib itu. Amir terlahir sebagai seorang aristokrat Melayu. Ia [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on August 10, 2009
Grathia Pitaloka http://jurnalnasional.com/ BERBICARA mengenai film Indonesia, tak genap rasanya bila tidak menyebut nama Salman Aristo. Betapa tidak, dua skenario film terlaris tahun 2008 yakni Laskar Pelangi dan Ayat-ayat Cinta lahir dari tangan dingin alumnus Fakultas Komunikasi Universitas Padjadjaran, Bandung, ini. Sejak masih kanak-kanak, Salman sudah jatuh cinta pada film. Namun, ia baru berkesempatan berkenalan [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on February 26, 2009
Grathia Pitaloka http://www.jurnalnasional.com/ Memaparkan pemandangan fisikal, mengurai pemaknaan hal-hal yang tidak kasat mata. Keintiman manusia dengan Tuhan seringkali tercipta dalam balutan sunyi. Oleh para pujangga, suasana tersebut kerap diabadikan dalam puisi. Pada masa Pujangga Baru, Amir Hamzah mencoba mengartikulasikan sunyi menjadi bunyi dalam puisi Padamu Jua.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on February 22, 2009
“Sastra Menciptakan Dunianya Sendiri” Grathia Pitaloka http://jurnalnasional.com/ HAMPIR 30 tahun Sapardi Djoko Damono bergaul dengan hujan, tetapi ada saja rahasia yang belum ia ungkap dari jarum-jarum air itu. Lelaki yang Maret mendatang genap berusia 69 tahun ini sadar makna hujan tak seutuhnya dapat diringkus dalam bahasa.
Filed under: Canting