Berdakwah Tanpa Mengajari

Grathia Pitaloka
Jurnal Nasional, 31 Agu 2008

WACANA mengenai sastra Islami di Indonesia kembali bergaung ketika novel Ayat-ayat Cinta (2004) karya Habiburrahman El Shirazy disebut sebagai novel terlaris. Tak lama kemudian menjamur karya-karya serupa yang mengusung bendera sastra Islami.

Tema Tuhan dan religiositas Islami bukan lagu baru dalam ranah sastra tanah air. Sejak lama tema tersebut telah jadi bagian dalam perkembangan sastra di Indonesia. Continue reading “Berdakwah Tanpa Mengajari”

9 Pertanyaan untuk Alex Abbad: Dari Presenter Sampai ke Aktor

Grathia Pitaloka
Jurnal Nasional, 16 Okt 2008

SETELAH sering memainkan peran-peran konyol, Alex Abbad kini mencoba tantangan baru dengan bermain dalam sebuah film drama, Cinta Setaman. Tak tanggung-tanggung, dalam film besutan sutradara Harry Dagoe ini Alex berperan sebagai pria homoseksual.

Meski banyak yang meragukan, namun lelaki kelahiran Jakarta, 18 Juni 1978, ini berhasil membuktikan bahwa kehadirannya di dunia seni peran bukan sekadar aji mumpung. Bahkan, banyak kritikus film yang memuji cerita yang dilakoninya bersama aktris senior Jajang C Noor ini, cerita yang tidak banyak berkata namun bertutur melalui peristiwa. Continue reading “9 Pertanyaan untuk Alex Abbad: Dari Presenter Sampai ke Aktor”

9 Pertanyaan untuk Eka Kurniawan: Manfaatkan Cyber sebagai Media Sastra

Grathia Pitaloka
http://jurnalnasional.com/

NAMA Eka Kurniawan sering disebut-sebut sebagai magma baru dunia sastra Tanah Air. Kepiawaiannya dalam memadu kata membuat Eka menuai banyak pujian. Tetapi, segala sanjungan itu tak lantas membuat lulusan Filsafat Universitas Gajah Mada ini menjadi besar kepala, ia malah memanfaatkannya sebagai alasan untuk terus menginjak bumi. Continue reading “9 Pertanyaan untuk Eka Kurniawan: Manfaatkan Cyber sebagai Media Sastra”

9 Pertanyaan untuk Fira Basuki: Antara Bakat Menulis dan Sastra Wangi

Grathia Pitaloka
http://jurnalnasional.com/

BAGI Fira Basuki, menulis bukan sekadar tanggung jawab profesi, melainkan sebuah kebutuhan. Ibu satu anak ini menempatkan menulis sederajat dengan kebutuhan biologis lain seperti makan, minum, bahkan bernapas. “Sehari saja nggak nulis aku bisa blingsatan,” kata perempuan kelahiran Surabaya ini ketika ditemui di Kidzania Pacific Place, Jakarta, beberapa waktu lalu. Continue reading “9 Pertanyaan untuk Fira Basuki: Antara Bakat Menulis dan Sastra Wangi”

9 Pertanyaan untuk Zara Zettira ZR: Menulis adalah Kebutuhan

Grathia Pitaloka
http://www.jurnalnasional.com/

SATU dekade menghilang dari dunia kepenulisan di Tanah Air, kini Zara Zettira ZR kembali hadir bagi para pembacanya. Roda waktu yang berputar selama 10 tahun tak mampu menggerus pesona ibu dua anak ini. Zara masih seperti dulu: cantik, langsing, dan penuh kelembutan.

Zara yang sore itu terlihat anggun dibalut kebaya putih bertutur bahwa dirinya tidak absen 100 persen dari dunia kepenulisan. Waktu satu dekade itu ia habiskan untuk membuat karya dalam bentuk skenario. Continue reading “9 Pertanyaan untuk Zara Zettira ZR: Menulis adalah Kebutuhan”