Topeng Satpol PP

Han Gagas
http://www.seputar-indonesia.com/

“Sekali lagi, patuhilah peraturan. Segera pindah ke pasar baru. Tempat ini sudah tidak sesuai lagi untuk kemajuan kota. Lagipula sampah di sini merusak pemandangan. Ini peringatan terakhir. Jangan membuat jengkel petugas. Jangan sampai petugas terpaksa menggunakan kekerasan!” Continue reading “Topeng Satpol PP”

Redi Kelud

Han Gagas
http://cerpenkompas.wordpress.com/

Aku lahir di tengah keluarga yang berbeda. Bapakku tunawicara, ibuku suwung kalau kambuh jadi begitu menakutkan. Marno, kakak pertama, suka berendam seharian. Kalau dilarang berendam, paling tidak ia mandi empat kali sehari, pukul 8, 11, 2, dan 4.

Kakak kedua, Basoko, kepalanya selalu meleng ke kiri, tak mau memandang jika diajak bicara. Ia hanya mau bersitatap denganku bila aku menanyakan sedang apa ia dengan bulpennya itu. Ia senang mencoret-coret bukunya mirip gambar, mirip angka, mirip tulisan, atau tak mirip apa pun. Continue reading “Redi Kelud”

Wingit dan Jarjit

Han Gagas *

Wingit menguliti bangkai anjing itu. Gerombolan belatung ia caruk dengan tangan dan mengumpulkannya di piring plastik. Sambil menunggu api kayu bakar stabil, ia mengambil kecap.

Perutnya telah keroncongan sejak kemarin. Tiga malam, empat siang, tak secuilpun makanan masuk perutnya. Kini menatap daging anjing yang terbakar dengan baunya yang gurih, nafsu makannya tak terbendung lagi. Segera ia semprotkan kecap itu ke belatung mentah sebagai lalapan. Continue reading “Wingit dan Jarjit”

Realitas Magis Han Gagas

Beni Setia
suarakarya-online.com

TERMIN realisme ini merujuk ke konteks sastra, secara naif diartikan sebagai narasi deskripsif yang mengungkap aspek kehidupan riil/nyata secara langsung, lugas dan cermat. Meski sesungguhnya kenyataan obyektif tidak bisa utuh ditampilkan dan dikenali lagi seperti apa adanya, karena yang ditampilkan di dalam teks itu kenyataan yang telah diseleksi serta digarisbawahi kepentingan subyektif pengarang. Karena itu lahir sastra bercorak realisme psikis, realisme subyektif (James Joyce, Frans Kafka), atau bahkan realisme magis (Edgar Allan Poe). Continue reading “Realitas Magis Han Gagas”