Pelajaran Kreatif dari Joni Ariadinata

Hary B. Kori’un
Riau Pos, 5 Agu 2007

BAGI kalangan sastrawan atau penulis, tetap mempertahankan nyala api kreatif, bukanlah persoalan mudah. Banyak sastrawan yang pada suatu masa menjadi sangat produktif, tiba-tiba mengalami stagnasi dan karya-karyanya tak lagi bisa dinikmati masyarakat. Banyak hal yang mempengaruhinya. Ada yang sibuk dengan pekerjaannya di luar dunia kepenulisan, ada yang karena sudah makmur sehingga kehilangan ide-ide kreatif, atau masalah lainnya yang lebih beragam. Continue reading “Pelajaran Kreatif dari Joni Ariadinata”

Tentang Syair dan Penyair

Hary B. Kori’un *
http://www.riaupos.co/

SUATU hari, sebuah surat masuk ke alamat e-mail redaktur. Seorang penyair muda –dia mengatakan dirinya baru belajar menulis sajak— mengirim beberapa sajak ke tubuh e-mail, tidak melalui file lampiran. Ada 4 sajak dan temanya seragam, tentang cinta yang kandas. Yang membedakan hanya kata dan bahasanya. Terjadi diskusi antara penyair kawan kita ini dengan redaktur. Continue reading “Tentang Syair dan Penyair”

Generasi Pengeluh

Hary B Kori’un
Riau Pos, 06 Sep 2009

SUATU siang di hari Ahad, Pandapotan MT Siallagan, sastrawan yang pernah lama tinggal di Riau dan kini bekerja sebagai wartawan di Siantar, Sumatera Utara (Sumut), berkirim SMS. Isinya: “Bang, bacalah Horison edisi bulan ini, ada cerpenku dimuat di sana. Kasih masukan, ya…” Di lain waktu, dia mengirim SMS lagi: “Udah baca sajak saya di Kompas, Bang? Saya perlu masukan Abang…” Continue reading “Generasi Pengeluh”

Dicari (Lagi): Kritikus Sastra Riau

Hary B. Kori’un
Riau Pos, 7 Nov 2010

SAYA berada di Ubud (Bali) ketika menyusun buku Sastra, Jati Diri, dan Kemiskinan Kreatif (Esai Pilihan Riau Pos 2010). Sebuah pekerjaan rutin yang harus diselesaikan secara mobile, karena keterbatasan waktu. Ketika teman-teman sesama penulis yang diundang ke Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2010 asyik berkelana mengikuti iven demi iven atau jalan-jalan keliling Bali di luar jadwal sebagai pembicara, saya harus berada di kamar hotel, berkutat dengan laptop. Continue reading “Dicari (Lagi): Kritikus Sastra Riau”

Realisme-Mitos dalam Cerpen-cerpen Benny Arnas

Hary B Kori’un
Riau Pos, 29 Mei 2011

1
BAGI sebuah karya kreatif (dalam hal ini prosa [cerpen]), pengarang adalah “tuhan” yang bisa menentukan semuanya: mulai dari hidup-mati sang tokoh, nasib, jalan hidup, menderita-bahagia, jatuh cinta-patah hati, kaya-miskin, dan sabagainya. Pengarang punya hak mengatur semuanya, dengan karakter tokoh masing-masing, di mana setting-nya, bagaimana wajah tokoh, bagaimana prilakunya, apa yang hendak dan telah dibuatnya, termasuk sebab-akibatnya. Sebagai “tuhan” bagi karyanya, pengarang harus cerdas menciptakan tokoh-tokohnya, agar kekuatan yang dibangun dalam karya fiksinya juga terasa “hidup”. Continue reading “Realisme-Mitos dalam Cerpen-cerpen Benny Arnas”