Tag Archives: Hasan Aspahani

Sajak Hasan Aspahani Digubah Ananda Sukarlan

Tajam, Pedih, dan Menggerakkan

Hasan Aspahani
Pewawancara: Ananda Sukarlan
http://batampos.co.id/

Bagaimana dan apa jadinya jika sebuah sajak digubah menjadi sebuah komposisi musik klasik, dan dipadukan pula dengan sebuah tarian? Inilah yang akan terjadi pada tanggal 3 Januari 2010 nanti di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM).

LEBIH BAIK MENULIS DARI PADA TIDAK

Hasan Aspahani
http://www.facebook.com/osanjaya?_fb_noscript=1

Jangan Ditanya Kenapa Aku Bertanya, I

KENAPA harus ada kalimat tanya dalam bahasa?

Betulkah ucapan pertama di dunia adalah pertanyaan?

Siapa yang pertama kali bertanya di dunia ini?

Inspirat Al-Nafis

Hasan Aspahani
http://batampos.co.id/

AKA baginda pun menyuruh Punggawa Bakak menebas Pulau Penyengat Indera Sakti itu cucikan kerana Punggawa itu dia duduk di Penyengat ada empat lima buah rumah. Maka apabila sudah cuci Pulau Penyengat itu ditebas. Maka baginda pun membuat istana dengan kota paritnya dengan masjid balairungnya. Adalah yang memerintahkan segala pekerjaan itu Encik Kaluk bin Encik Suluh peranakan Bugis. Maka tiada berapa antaranya selesailah pekerjaan itu. Maka apabila selesai Pulau Penyengat itu jadi negeri tempat kerajaan maka baginda pun memindahkan paduka adinda Engku Puteri yaitu Raja Hamidah isterinya, ke istana Pulau Penyengat dengan orang baiknya dan anak raja seratanya.

Sajak-Sajak Hasan Aspahani

http://kompas-cetak/
Tidur Setelah Dongeng

BOCAH itu pun tertidur tanpa selimut dan bantal setelah satu dongengan tentang bumi yang gempa.

IA bermimpi: rumahnya yang runtuh menjadi istana, dan dia jadi tukang kebun di taman luas istana itu. “Lewat akar bunga-bunga, kusampaikan cinta yang tak terkata pada Bunda Tanah.” Di mana ia lahir dan di mana nanti digali liang makamnya.

Sajak-Sajak Hasan Aspahani

http://kompas-cetak/
Surat-Elektronika untuk Shania Saphana

AKU ketikkan namaku lalu namamu,
sepasang ID dan kata sandi yang kita sepakati itu, dengan begitu
kupertahankan harapan bagi datangnya sebuah surat-elektronika.
“Aku pasti kabarkan apa saja dari sana, nanti, potret patung pujangga
yang kau sanjung, restoran bermenu unik, dan ya, tentu potretku juga,
dengan seragam putih panjang, dan kerudung pelindung dari debu gurun,