EKSTASI BUDAYA MINIMALIS: DARI TIPISNYA MASKULIN-FEMININ SAMPAI MATINYA KEGELISAHAN SANG PENCIPTA*

Heru Susanto

”Percayalah padaku: rahasia untuk memetik buah paling besar dan kenikmatan tertinggi dari manusia adalah hidup yang berbahaya (gefahrlichleben)”
~Nietzsche~

Realita Budaya

Segala kebutuhan manusia seakan-akan sudah terpenuhi dalam kehidupan ini. Hasrat untuk memiliki berbagai kebutuhan yang sering menjadikan manusia larut dalam kenikmatan-kenikmatan dunia dapat diakses secara cepat tanpa membuang waktu dan gerak. Semua serba instan. Continue reading “EKSTASI BUDAYA MINIMALIS: DARI TIPISNYA MASKULIN-FEMININ SAMPAI MATINYA KEGELISAHAN SANG PENCIPTA*”

Tentang Eva dan Dua Esai Mininya

Heru Susanto*

Teman, inilah sosok akademisi yang berambisi ingin menjadi kritikus sastra. Ini bukan suatu cemoohan seperti yang dilontarkan teman-teman di atas terhadap Eva Dwi Kurniawan. Saya mencoba mengkaji sosok Eva melalui tulisannya. Mengenai tidak adanya puisi atau minimal penggalan puisi karya Dody Kristianto dalam esainya “Tentang Sajak Dody Kristianto”, itu hal lumrah bagi Eva. Continue reading “Tentang Eva dan Dua Esai Mininya”