Posted by PuJa on November 2, 2011
Republika, 26 Sep 1999 Akulah yang Kau Panggil Malam itu Akulah yang kau panggil malam itu, ketika hujan menderu? Memang kulihat kau di sana, dengan payung di tangan. Tapi apa yang di tangan kananmu? Anak kita? aku tak percaya: Bukankah ia telah mati, pagi tadi?
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on September 3, 2011
Hudan Hidayat Jawa Pos, 6 Mei 2007. Nakal” dan” santun”, “pornografi” atau “suara moral”,”gelombang syahwat” seperti kata Taufik Ismail, ternyata bersandar pada-Nya jua.” PIDATO Kebudayaan Taufik Ismail di depan Akademi Jakarta pada 2006, bukan hanya menyerang sendi sastra dan seni, tapi telah memporandakkan hidup itu sendiri. Dengan pidato itu Taufik telah meringkus kompleksitas dunia pada [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on May 14, 2011
Hudan Hidayat* Republika, 24 Juni 2007 NOVEL, sebagai karya sastra, harus diletakkan dalam hubungan antara Tuhan, alam dan manusia. Tuhan, sebagai Maha Kesadaran yang tak berbentuk, memerlukan semesta untuk menampakkan kehadiran-Nya. Kita bisa menandai kehadiran Tuhan melalui bentuk ciptaan-Nya. Yakni dunia dan manusia. Tuhan memang bisa membuat apa saja, tetapi bentuk yang dibuat-Nya itu tetap [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on August 18, 2009
Hudan Hidayat** http://www.infoanda.com/ Dalam Pujangga Baru, Takdir bukanlah varian tunggal. Ada orang seperti Armijn Pane yang berpandangan, meski memeluk Barat, telah mempunyai semangat untuk melirik ke alam, untuk menjadikan alam sebagai dasar, sebagai sumber penciptaan. ‘Pujangga bergantung kepada keadaan alam. Alam itu, rahasia kepada kita, alam ialah lautan selubung, yang terbuka sedikit-sedikit, tetapi akan memperlihatkan [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Hudan Hidayat** http://www.infoanda.com/ Keju dan roti, senjata api dan organisasi, adalah benda dan cara hidup yang dibawa kolonialisme, puak manusia yang telah mendayakan akalnya atas alam, dan bertopang atas daya itu, mendiktekan kemauannya pada anak jajahan. Puak yang ditempa oleh alam yang ganas, sampai tata pikir dan hidup, seolah hanya urusan mengalahkan alam. Bukan bingkai [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on August 10, 2009
http://www.facebook.com/note.php?note_id=100508807545&ref=mf Dari Penerbit : Novel Sitoyen Saint-Jean : Antara Hidup Dan Mati ini berkisahkan seorang anak manusia, salah seorang putera kelahiran Jakarta 1942 yang mencintai tanah tumpah darahnya, bangsanya, kebudayaannya dan tentu saja Negara Republik Indonesia yang diproklamirkan tanggal 17 Agustus 1945 oleh Bung Karno dan Bung Hatta. Namun setelah keberangkatannya pada 27 September 1965 [...]
Filed under: Canting, Edisi Khusus
Posted by PuJa on August 6, 2009
Hudan Hidayat http://www.facebook.com/note.php?note_id=111127517545&__a=1 Seperti ketika seseorang mencari alamat tempat tinggal seseorang yang lain dengan jalan berputar-putar, sains fisik pun akhirnya harus berhadapan dengan ukuran benda-benda: ia mengoperasikan aritmatika untuk menghitung panjang dan lebarnya alam. Atau, geometri untuk memahami ruang-ruang. Ia membuat hipotesa tentang massa dan energi dalam sebuah benda, dan atau relasi benda-benda. Ilmuwan bertekun [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on July 31, 2009
- suatu renungan untuk jurnal sastra tuhan hudan Hudan Hidayat, Sisca http://bs-ba.facebook.com/notes.php?id=100000033210870 kami berdua di jurnal sastra tuhan hudan, sudah menyelesaikan persoalan persoalan sekat dalam bahasa, sekat geografis, sekat ideologis, sekat juga dalam agama agama. bagi kami itu hanyalah suatu cara tumbuh, suatu lingkungan budaya dan kebudayaan berkembang, bukan suatu yang membuat, di mana kemanusiaan [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on July 23, 2009
Hudan Hidayat http://www.facebook.com/people/Hudanosch-Hudan/100000033210870 Puisi ini sampai padaku seolah nyanyian – dari repetisi suatu identitas seseorang, yang disebutnya sebagai pak tukang – “pak tukang pak tukang”. Tentu saja kita sudah bersiap membaca puisi ini: dari judulnya, “kuli bangunan”, sebuah lanskap orang miskin, lamat lamat sudah bangkit di dalam jiwa kita. Bahwa kita akan bertemu dengan kehidupan [...]
Filed under: Esai