Tag Archives: Ibnu Wahyudi

Menyiasati Jejaring Sosial dengan Karya Sastra yang Tipikal dan Kontekstual

Ibnu Wahyudi
http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/

Pengantar

Melalui Koran Tempo saya pernah menyatakan bahwa karya sastra, puisi pada khususnya, yang tampil dalam sejumlah milis sastra, belum menampakkan sumbangan atau kontribusi yang nyata atau signifikan bagi perkembangan kesastraan nasional (Basral, 2007).

Fenomena Dasima

Ibnu Wahyudi*
Pikiran Rakyat, 10 Maret 2007

DENGAN dibincangkannya Nyai Dasima karya S.M. Ardan (Masup Jakarta, Februari 2007) di TIM, Jakarta, 23 Februari lalu, kian jelaslah posisi penting cerita tragis Dasima dalam lintasan sejarah sastra Indonesia modern.

Memang, masih banyak yang enggan memasukkan Nyai Dasima menjadi bagian integral sastra Indonesia modern, namun realitas kesastraan ternyata jelas menunjukkan gambaran berbeda.

Sutardji, Tradisi, Apresiasi

Ibnu Wahyudi*
Pikiran Rakyat, 28 Juli 2007

SELAMA sepekan, sampai Kamis kemarin, digelar sejumlah acara untuk menyambut 66 tahun usia penyair bernama Sutardji Calzoum Bachri yang dipusatkan di Kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Kalau menurut Dami N. Toda dalam Hamba-hamba Kebudayaan, tahun ini Sutardji baru berusia 62 tahun. Secara statistik, sangat sedikit sastrawan Indonesia yang dalam pencapaian usia tertentu dirayakan dengan semarak dan menghadirkan sejumlah pengamat sastra Indonesia dari dalam maupun luar negeri sebagai pembicaranya.

150 Tahun Sastra Indonesia

Ibnu Wahyudi*
http://www.ruangbaca.com/

Di tahun 1857 telah hadir kumpulan puisi Boek Saeir Oetawa Terseboet Pantoen.

Sudah 150 tahun perjalanan sastra Indonesia. Wajahnya kini tengah penuh gairah; silih berganti antara resah dan amarah terhadap ketimpangan dan anomali, dengan hasrat dari aurat yang kerap berkelebat tak henti.