Sam Pik – Ing Tay, Satu-satunya pengaruh Sastra Cina dalam Sastra Bali

IDG Windhu Sancaya
http://balipost.com/

…., pegat jani caritayang, dadi nampi dina Cing Bing// Masan anak masembahyang, ka kuburan, muride telah mapamit, kewala sang kalih enu, Sam Pik sareng Ni Nyonyah, madabdaban jani lwas manganggur, ada taman, kema lakuna malali.

Demikianlah bunyi salah satu adegan dalam Geguritan Sam Pik,–sebuah cerita yang berasal dari negeri China. Cerita tersebut digubah ke dalam bahasa Bali oleh Ida Ketut Sari dari Grya Sanur pada tahun 1915, hampir satu abad yang silam. Continue reading “Sam Pik – Ing Tay, Satu-satunya pengaruh Sastra Cina dalam Sastra Bali”

I Gusti Ngurah Made Agung, Pembaharu Sastra Bali Tradisional

IDG Windhu Sancaya
http://www.balipost.com/

I GUSTI NGURAH MADE AGUNG yang lebih dikenal sebagai Cokorda Mantuk Di Rana atau Cokorda Denpasar (Cokorda Made), tidak saja diketahui sebagai raja yang memiliki jiwa kepemimpinan yang luhur, juga termasyhur sebagai seorang pujangga atau sastrawan Bali terkemuka pada awal abad XX .

Dalam bidang sastra, beliau bahkan dapat dikatakan sebagai pembaharu yang memberikan sumbangan berharga bagi perkembangan sastra Bali pada zamannya serta khazanah sastra Bali, hingga saat ini. Continue reading “I Gusti Ngurah Made Agung, Pembaharu Sastra Bali Tradisional”