Tag Archives: Imron Rosyid

Jejak Boekhandel Tan Khoen Swie

Seno Joko Suyono, Dwijo Maksum, Imron Rosyid,
Lucia Idayani, Istiqomatul Hayati, Nurdin Kalim
majalah.tempointeraktif.com

Di atas pintu depan toko itu hanya terlihat papan kayu biru kusam bertuliskan “SURABAYA”. Toko di Jalan Dhoho, Kediri, itu menjual bahan makanan seperti abon, dendeng, ke-rupuk. Pada era 30-an, toko itu bernama “SOE-RABAIA”, terkenal sebagai pusat penjualan ban Dunlop dan onderdil mobil.

Bookhandel Tan Khoen Swie

Harta Karun Tan Khoen Swie
Seno Joko Suyono, Dwidjo Maksum, Imron Rosyid
http://majalah.tempointeraktif.com/

TOKO Tan Khoen Swie, Sedia Boekoe Djawa, Melajoe dan Ollanda. Foto tahun 1920-an itu menunjukkan sebuah bangunan di kompleks pertokoan Jalan Dhoho 165, Kediri. Dan tempat yang sekarang dipakai untuk menjual abon, dendeng, dan kerupuk serta menjadi tempat praktek dokter gigi itu dulunya penerbit buku. “Ya, inilah sisa peninggalan kakek buyut saya,” kata Dokter Gigi J. Sutjahyo, yang merupakan cicit Swie.

Memberangus Cinta

Imron Rosyid
http://www.tempointeraktif.com/

Lusinan orang bak sepasukan kerajaan dengan hiruk-pikuk sorak sorai pembangkit semangat berbaur dengan suara entakan kaki-kaki tanpa sepatu. Mereka berlari dan jalan tanpa alur, mengikuti irama yang mereka buat sendiri. Mereka berputar-putar mencari arah meninggalkan dua sosok lelaki dan perempuan yang duduk berhadap-hadapan.

Generasi Terbaru Novelis Kita: Antara Marrakesh, Moskow, dan Spinoza

Seno Joko Suyono, Heru Nugroho, Imron Rosyid, Bobby Gunawan
http://majalah.tempointeraktif.com/

Perkenalkan Galih….
Ia dosen di Universitas Gadjah Mada. Dahulu tahun 1990-an tinggal di Moskow. Pernah memiliki pacar asli Rusia bernama Krasnaya. Krasnaya bekerja di Kalinin Bookstore di wilayah Kalinin Prospek. Berdua mereka dari Moskow sering ke St. Petersburg menjenguk nenek Krasnaya. Tapi, di era akhir pemerintahan Gorbachev, terjadilah tragedi itu. Suatu hari di depan pintu panti jompo sang nenek, tergeletak dua bungkusan mayat: mayat Krasnaya dan ayahnya?mereka dibunuh….

Puisi Tanpa Keindahan

Imron Rosyid
http://www.korantempo.com/

Judul Buku : Dunia Bogambola Penulis : Sosiawan Leak Tebal: 72 Halaman (+ 72 halaman) Cetakan I : April 2007 Penerbit: Indonesia Tera

Di luar kalangan sastrawan, puisi acap kali dianggap sebagai sesuatu yang menggambarkan tentang keindahan atau paling tidak dituliskan dengan kata indah mendayu-dayu. Ataupun ketika berbicara mengenai kepedihan, puisi tetap sebagai sesuatu yang paling tidak romantis.