Mencari Tokoh Bagi Roman

Iwan Simatupang

Tokoh yang bagaimana saja bisa tampil dalam roman. Terserah teknik pengarang, mana didulukan. Tokoh dulu, baru menyusul cerita bersama persoalan gaya. Atau, sebaliknya.

Seorang Giraudoux memilih yang sebaliknya. Cari dulu gayanya, idenya menyusul kemudian, kata dia. Dengan ide antara lain maksudnya tokohnya, tokoh-tokohnya. Sedangkan Proust bertahun-tahun mencari tokohnya dulu. Sekali ketemu, tokohnya itu (walau ini dirinya sendiri) tak mudah lagi meninggalkannya. Hasilnya, A la Recherche du Temps Perdu,  berjilid-jilid. Dan berapa banyak pengarang atau calon pengarang lainnya, yang keburu mati tanpa kunjung menemu tokohnya, gayanya? Continue reading “Mencari Tokoh Bagi Roman”

Iwan Simatupang, Pembaru Sastra Indonesia

Nelson Alwi
http://www.suarakarya-online.com/

IWAN Simatupang, lengkapnya Iwan Martua Dongan Simatupang, merupakan bungsu dari lima bersaudara. Lahir di Sibolga, Sumatera Utara, pada 18 Januari 1928. Dan wafat di Jakarta 4 Agustus 1970. Pendidikan Iwan di SMA Padang Sidempuan terhenti karena Agresi Belanda II (1948), lalu ia pun aktif sebagai Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP). Setamat HBS V/B Medan (1953) ia masuk Sekolah Kedokteran Surabaya, tidak tamat, lantaran berangkat ke Negeri Belanda. Continue reading “Iwan Simatupang, Pembaru Sastra Indonesia”

Mengenang Kaktus yang Murung

Iwan Simatupang, 18 Januari 1928 – 18 Januari 2003
K. Usman
http://www.sinarharapan.co.id/

Hari ini, 18 Januari 2003, kalau sastrawan Iwan Simatupang masih hidup, umurnya 75 tahun. Novelnya Ziarah, yang dipersembahkannya buat Cory memenangkan sayembara Unesco/Ikapi tahun 1968. Tahun 1977, novel Ziarah menggondol hadiah lagi, kali ini untuk Hadiah Sastra Asean, yang saat itu pertama kali diselenggarakan. Continue reading “Mengenang Kaktus yang Murung”