Cerpen dan Joni Ariadinata

Catatan Perjalan Endry Sulistyo
alexandergbteater.blogspot.co.id

Sebuah karya sastra tentu tidak dapat dilepaskan dari pengarangnya. Sebelum karya itu sampai kepada pembaca, terlebih dahulu melewati suatu proses panjang. Proses yang seringkali tidak diketahui oleh pembaca awam dan sering pula dianggap sepele oleh para penelaah sastra, mulai dari munculnya dorongan pertama untuk menulis, pengendapan ide (ilham), penggarapan, sampai akhirnya tercipta sebuah karya yang siap untuk dibaca oleh publik. Continue reading “Cerpen dan Joni Ariadinata”

Pelajaran Kreatif dari Joni Ariadinata

Hary B. Kori’un
Riau Pos, 5 Agu 2007

BAGI kalangan sastrawan atau penulis, tetap mempertahankan nyala api kreatif, bukanlah persoalan mudah. Banyak sastrawan yang pada suatu masa menjadi sangat produktif, tiba-tiba mengalami stagnasi dan karya-karyanya tak lagi bisa dinikmati masyarakat. Banyak hal yang mempengaruhinya. Ada yang sibuk dengan pekerjaannya di luar dunia kepenulisan, ada yang karena sudah makmur sehingga kehilangan ide-ide kreatif, atau masalah lainnya yang lebih beragam. Continue reading “Pelajaran Kreatif dari Joni Ariadinata”

Sisi Religiusitas Joni Ariadinata dalam Sastra

Azwar Nazir *
sosbud.kompasiana.com

Dalam sebuah acara pertemuan sastra di Jogjakarta pada tahun 2005, seorang laki-laki kurus agak tinggi hadir dengan pakaian sederhana, kaos oblong dan celana jeans dengan topi hitam yang agak lusuh bertengger di atas kepalanya. Perhatian saya tertuju pada laki-laki sederhana itu, kumis yang seperti tidak terurus tidak mengesankan dia sebagai laki-laki garang tapi seorang yang merakyat yang luar biasa. Diam-diam saya mendengar bisik-bisik beberapa kawan sesama penulis, ‘Mas Joni dah datang tuh!’, mendengar namanya saya teringat sebuah tulisan di Majalah Annida edisi ekslusif tentang proses kreatif lelaki pengarang itu. Continue reading “Sisi Religiusitas Joni Ariadinata dalam Sastra”