“In Memoriam” Prof Dr Teuku Jacob: Kepergian Pelacak Jejak Manusia Purba

Julius Pour*
Kompas, 19 Okt 2007

Teuku Jacob mempunyai dua pilihan saat akan masuk universitas di Pulau Jawa pada pekan kedua Januari 1950, Jakarta atau Yogyakarta?

“Di Jakarta universitasnya terkenal, tetapi saat itu dosennya masih banyak sarjana Belanda. Sementara di Yogyakarta, di bekas Ibu Kota Revolusi, sudah pasti semuanya Republiken. Maka saya sengaja memilih kuliah di Universitas Gadjah Mada.” Continue reading ““In Memoriam” Prof Dr Teuku Jacob: Kepergian Pelacak Jejak Manusia Purba”