Suara-suara yang Ditiupkan ke dalam Dada (2)

Jusuf An
kompasiana.com/jusuf_an

Dan aku tak habis pikir, ketika ada beberapa perempuan yang dengan terang-terangan mengaku mencintaimu, kau menanggapi mereka dengan tertawa. Kau menolak perempuan-perempuan itu dengan cara yang halus dan terkesan berlebih-lebihan. “Hak setiap manusia untuk mencintai manusia lainnya, tetapi menurutku pacaran hanya akan menyulut api permusuhan dan membuang-buang waktu.” Continue reading “Suara-suara yang Ditiupkan ke dalam Dada (2)”

Suara-suara yang Ditiupkan ke dalam Dada (4)

Jusuf An
kompasiana.com/jusuf_an

Di kamar Gazali kau menemukan banyak buku, majalah, kliping koran, seperangkat komputer dan lukisan kaligrafi di dinding. Ia mengijinkanmu mengetik puisi-puisimu di komputernya kapan saja. Ia juga memberimu alamat-alamat majalah dan koran, dan menyuruh mengirimkan karya-karyamu. Gazali sering pula mengajakmu mengunjungi beberapa penulis yang tinggal di Jogja, yang karya-karyanya pernah kau baca dan kau terkagumi. Continue reading “Suara-suara yang Ditiupkan ke dalam Dada (4)”

Suara-suara yang Ditiupkan ke dalam Dada (5)

Jusuf An
kompasiana.com/jusuf_an

Peristiwa itu membuatmu jengkel dan tak pernah lagi memasuki kamar Gazali. Selama itu kau banyak menghabiskan waktu di sanggar teater yang kebetulan tengah berencana mementaskan sebuah naskah drama yang mengisahkan tentang ajaran Syekh Siti Jenar. Tahu rencana itu kau tergoda untuk mengikutinya. Maka, kau ikuti rapat-rapat berikutnya dan tahu kalau pentas itu rencananya akan digelar di beberapa kota di pulau Jawa. Continue reading “Suara-suara yang Ditiupkan ke dalam Dada (5)”