Mangga

Ketut Yuliarsa
http://www.sinarharapan.co.id/

Sudah jadi tradisi bagi anak-anak desa mencuri mangga di kebun Pan Demit, yang tinggal sendiri di sebuah rumah berpekarangan lebar. Pan Demit tak disenangi karena angkuh dan kikir sekali. Makanya dijuluki Pan Demit, yang artinya ?bapak kikir?.

Di samping kebun luas, ia juga punya sawah berhektare-hektare, digarap petani yang oleh satu sebab, tidak lagi miliki sawah. Dari hasil inilah, Pan Demit bisa hidup tanpa harus kerja sendiri. Konon, sawah dan kebun itu dia dapat dari merebut warisan bagian saudara-saudaranya yang dia bunuh secara gaib. Continue reading “Mangga”