Kusprihyanto Namma dalam Djoernal Sastra Boemipoetra

Wawancara dengan Kusprihyanto Namma “MENYEMAI SAWAH KEBUDAYAAN”
Dimuat Djoernal Sastra Boemipoetra, edisi Oktober-Desember 2009

Sekitar tahun 1994-1997 nama Kusprihyanto Namma sempat melesat pesat menjadi bintang sastra, mengambil perhatian peminat kesusastraan Indonesia. Kus yang merupakan tokoh Revitalisasi Sastra Pedalaman (RSP) kemudian tenggelam bagai di telan bumi. Kini Kus mengajar ana-anak di MAN Ngawi. Dari pagi sampai jam 13.00 kegiatan intra. Baca selengkapnya “Kusprihyanto Namma dalam Djoernal Sastra Boemipoetra”

Kasidah Asma

Kusprihyanto Namma
http://suaramerdeka.com/

KECAMUK perang baru saja usai. Aroma kepedihan masih bertabur di sekujur padang. Bacin darah menyeruak ke bening udara, mengundang beribu burung bangkai merayakan pesta. Tombak dan pedang belum tercerabut dari tubuh-tubuh terkapar kaku. Laksana hutan tonggak yang kering dan bisu.

Sementara itu, seorang ibu tua yang usianya mendekati bilangan seratus tahun, menyeret kakinya. Mencari jasad anak kesayangan. Satu per satu mayat dilewati. Dilangkahi. Menduga dan menerka. Peduli amat panas mentari. Tajam debu. Tukikan burung maut. Badan mati yang menghadang bersilang-silang. Setapak demi setapak kaki bergerak. Baca selengkapnya “Kasidah Asma”