Tag Archives: Leon Agusta

Menyongsong `Era Baru` Balai Pustaka

Leon Agusta*
Republika, 23 Sep 2007

Penerbit Balai Pustaka (BP), 22 September 2007, genap berusia 90 tahun. Bagi sebuah penerbit penghasil buku sastra, usia 90 tahun boleh dibilang hebat. Tapi, kalau dari 90 tahun itu yang melahirkan kebanggaan dan kenangan hanya 30 tahun pertama, tentu menimbulkan tanda tanya besar. Ada mata rantai yang hilang dari 60 tahun keberadaannya.

Pantun dan Pencerahan Budaya Melayu

Leon Agusta
http://www.infoanda.com/

Inilah kami. Kami ada dan mengada di Negeri Pantun, Kota Gurindam. Di negeri kami telah lahir Raja Ali Haji, pendekar gurindam yang melegenda. Juga, Raja Mantara, Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri. Suaranya serak nyaring menggelegar di panggung-panggung para penyair dunia dan nusantara.

Kami juga punya Raja Pantun, Tengku Nasyaruddin S Effendy, terkenal sebagai Tenas Effendy, yang telah menulis sekitar 65 buku tentang bahasa, seni dan budaya serta sejarah Melayu, 45 naskah ceramah dan diskusi. Ia Doktor Honorus Causa Universitas Kebangsaan Malaysia.

Sajak-Sajak Leon Agusta

http://www.republika.co.id/
DARI SUATU MASA

“Mungkin, masih ada yang tersisa dari prahara selain
kitab suci dan puisi,” katamu, sembari bergegas pergi
Aku tak begitu sadar, apa pernah mengucapkannya
Gerangan berapa kali atau mungkin tak pernah